(Renungan) Menyadari Penyertaan Tuhan
Menyadari Penyertaan Tuhan
Kalender Liturgi Senin, 29 Juni 2026
Hari Raya S. Petrus dan Paulus, Rasul
Bacaan Pertama: Kis. 12:1-11
Mazmur Tanggapan: Mzm. 34:2-3.4-5.6-7.8-9
Bacaan Kedua: 2Tim. 4:6-8.17-18
Bacaan Injil: Mat. 16:13-19
Dalam perikop ini ada dua kisah yang sangat penting bagi iman kita. Pertama, kematian rasul Yakobus, saudara Yohanes, sebagai saksi Kristus. Kedua, penahanan Petrus atas perintah Herodes Agripa yang saat itu memerintah sebagai raja di wilayah Yudea. Penganiayaan terhadap murid-murid Yesus terus berlanjut. Gerakan yang tadinya digerakkan oleh kaum rohaniwan sekarang tidak lagi bertindak sendiri, tetapi didukung oleh Raja Herodes. Herodes ingin menyenangkan orang Yahudi yang membenci pengikut Yesus dengan cara mulai bertindak keras terhadap jemaat dan para rasul.
Viktor Frankl, seorang neurolog dan psikiater Austria, adalah seorang penyintas Holocaust. Dia berhasil selamat dari kekejaman kamp konsentrasi Nazi selama Perang Dunia II. Tahun 1942, Viktor Frankl bersama istri, orang tua, dan saudaranya laki-laki ditangkap dan dikirim ke kamp konsentrasi, termasuk Auschwitz. Di dalam kamp yang penuh kelaparan, siksaan dan ancaman kematian setiap hari, ia mengamati bahwa orang-orang yang kehilangan harapan akan meninggal lebih cepat.
Hanya Viktor Frankl yang selamat, semua keluarganya meninggal. Berkat penderitaannya, Viktor Frankl mengembangkan teori Logoterapi dan dibukukan. Bukunya yang terkenal yaitu Man’s Search for Meaning. Buku ini menguraikan metode psikoterapinya, bahwa meskipun kita tidak bisa menghindar dari penderitaan, namun kita memiliki kebebasan untuk memilih bagaimana cara merespon dan memaknai penderitaan.
Penderitaan bagi semua orang adalah hal yang tidak menyenangkan. Seperti Rasul Petrus yang dipenjara dan tidak menyadari bahwa dirinya ditolong Tuhan dan diselamatkan malaikat-Nya. Dia hanya taat pada apa yang diperintahkan malaikat. Demikian juga Viktor Frankl yang berjuang untuk bertahan dalam penderitaan. Keduanya berhasil selamat dan memberikan sumbangsih besar dalam meneguhkan iman dan pengetahuan.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita mampu menyadari dan menemukan makna bahwa dalam penderitaan, Tuhan senantiasa menyertai dan menguatkan kita untuk mampu melewatinya?
Doa:
Bapa di surga, jika Engkau mengizinkan penderitaan hadir dalam hidup kami, tentunya Engkau punya rencana yang terbaik bagi kami. Engkau mau kami miskin di hadapan-Mu dan dengan pertolongan-Mu kami dimampukan menjadi utusan-Mu untuk bersaksi mewartakan kemuliaan nama-Mu. Amin.
(A.M.A. Reni Utami)
”Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi.”
(Kis. 12:11)
Kalender Liturgi Senin, 29 Juni 2026
Hari Raya S. Petrus dan Paulus, Rasul
Bacaan Pertama: Kis. 12:1-11
Mazmur Tanggapan: Mzm. 34:2-3.4-5.6-7.8-9
Bacaan Kedua: 2Tim. 4:6-8.17-18
Bacaan Injil: Mat. 16:13-19
Dalam perikop ini ada dua kisah yang sangat penting bagi iman kita. Pertama, kematian rasul Yakobus, saudara Yohanes, sebagai saksi Kristus. Kedua, penahanan Petrus atas perintah Herodes Agripa yang saat itu memerintah sebagai raja di wilayah Yudea. Penganiayaan terhadap murid-murid Yesus terus berlanjut. Gerakan yang tadinya digerakkan oleh kaum rohaniwan sekarang tidak lagi bertindak sendiri, tetapi didukung oleh Raja Herodes. Herodes ingin menyenangkan orang Yahudi yang membenci pengikut Yesus dengan cara mulai bertindak keras terhadap jemaat dan para rasul.
Viktor Frankl, seorang neurolog dan psikiater Austria, adalah seorang penyintas Holocaust. Dia berhasil selamat dari kekejaman kamp konsentrasi Nazi selama Perang Dunia II. Tahun 1942, Viktor Frankl bersama istri, orang tua, dan saudaranya laki-laki ditangkap dan dikirim ke kamp konsentrasi, termasuk Auschwitz. Di dalam kamp yang penuh kelaparan, siksaan dan ancaman kematian setiap hari, ia mengamati bahwa orang-orang yang kehilangan harapan akan meninggal lebih cepat.
Hanya Viktor Frankl yang selamat, semua keluarganya meninggal. Berkat penderitaannya, Viktor Frankl mengembangkan teori Logoterapi dan dibukukan. Bukunya yang terkenal yaitu Man’s Search for Meaning. Buku ini menguraikan metode psikoterapinya, bahwa meskipun kita tidak bisa menghindar dari penderitaan, namun kita memiliki kebebasan untuk memilih bagaimana cara merespon dan memaknai penderitaan.
Penderitaan bagi semua orang adalah hal yang tidak menyenangkan. Seperti Rasul Petrus yang dipenjara dan tidak menyadari bahwa dirinya ditolong Tuhan dan diselamatkan malaikat-Nya. Dia hanya taat pada apa yang diperintahkan malaikat. Demikian juga Viktor Frankl yang berjuang untuk bertahan dalam penderitaan. Keduanya berhasil selamat dan memberikan sumbangsih besar dalam meneguhkan iman dan pengetahuan.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita mampu menyadari dan menemukan makna bahwa dalam penderitaan, Tuhan senantiasa menyertai dan menguatkan kita untuk mampu melewatinya?
Doa:
Bapa di surga, jika Engkau mengizinkan penderitaan hadir dalam hidup kami, tentunya Engkau punya rencana yang terbaik bagi kami. Engkau mau kami miskin di hadapan-Mu dan dengan pertolongan-Mu kami dimampukan menjadi utusan-Mu untuk bersaksi mewartakan kemuliaan nama-Mu. Amin.

Komentar
Posting Komentar