(Renungan) Persembahan Receh
Persembahan Receh
(Gregorius Junus)
Kalender Liturgi Sabtu, 6 Juni 2026
Bacaan Pertama: 2Tim. 4:1-8
Mazmur Tanggapan: Mzm. 71:8-9.14-15ab.16-17.22
Bacaan Injil: Mrk. 12:38-44
Seorang partner kerjaku bertanya berapakah jumlah persembahan yang aku berikan kepada agamaku dalam setahun. Aku mencoba mengingat-ingat sambil menghitungnya. Dia bertanya mengapa lama sekali untuk menjawabnya. Aku menjelaskan bahwa aku tidak memberikan persembahan satu atau dua kali dalam setahun melainkan rutin setiap minggu dalam bentuk kolekte dan sumbangan lainnya. Dia lalu minta angka estimasi saja. Aku melanjutkan menghitung lagi. Dia tidak sabar dan berkata, “Jangan-jangan kamu kasih sumbangan receh, makanya lama menghitungnya. Kalau sumbanganmu besar pastilah kamu ingat jumlahnya, hahahahaha!” Dia menunjukkan bukti transfer sumbangannya ke yayasan agamanya. Satu jumlah sumbangan yang besar.
“Mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya
semua yang dimilikinya, yaitu seluruh nafkahnya.”
(Mrk. 12:44)
Bacaan Pertama: 2Tim. 4:1-8
Mazmur Tanggapan: Mzm. 71:8-9.14-15ab.16-17.22
Bacaan Injil: Mrk. 12:38-44
Seorang partner kerjaku bertanya berapakah jumlah persembahan yang aku berikan kepada agamaku dalam setahun. Aku mencoba mengingat-ingat sambil menghitungnya. Dia bertanya mengapa lama sekali untuk menjawabnya. Aku menjelaskan bahwa aku tidak memberikan persembahan satu atau dua kali dalam setahun melainkan rutin setiap minggu dalam bentuk kolekte dan sumbangan lainnya. Dia lalu minta angka estimasi saja. Aku melanjutkan menghitung lagi. Dia tidak sabar dan berkata, “Jangan-jangan kamu kasih sumbangan receh, makanya lama menghitungnya. Kalau sumbanganmu besar pastilah kamu ingat jumlahnya, hahahahaha!” Dia menunjukkan bukti transfer sumbangannya ke yayasan agamanya. Satu jumlah sumbangan yang besar.
Tuhan Yesus secara khusus mengajar murid-murid-Nya tentang persembahan (Mrk. 12:41-44). Yesus menampilkan tiga perbandingan sekaligus dalam pengajarannya ini, yaitu kontras antara banyak orang dengan satu orang; antara orang kaya dengan janda yang miskin; dan antara jumlah yang besar dengan receh terkecil. Kesimpulan yang Yesus sampaikan juga dalam bentuk kontras, yaitu antara memberi dari kelimpahan dengan memberi dari kekurangan. Yesus mengajarkan bahwa persembahan semua orang, termasuk di dalamnya persembahan banyak dari orang kaya itu, masih lebih sedikit dibandingkan dengan persembahan satu orang janda yang miskin. Sang janda miskin memberi dari kekurangannya; semua yang dimilikinya, yaitu seluruh nafkahnya. Ada ketulusan dan totalitas ketika sang janda yang miskin memberikan persembahannya dan hal inilah yang berkenan kepada Tuhan.
Kata-kata partnerku di atas menyentak dan menjadi buah ingatanku. Bukan karena kesan dia meremehkan sumbanganku atau jumlah sumbangannya yang besar. Ada makna lain yang hadir yaitu ketulusan dan totalitas suatu persembahan. Tuhan Yesus mengajarkannya dengan luar biasa kepada murid-murid-Nya dan kita saat ini.
Apakah kita merasa bangga ketika mampu memberikan sumbangan dalam jumlah yang besar? Atau apakah saat kekurangan kita putuskan untuk tidak menghaturkan persembahan kepada Tuhan? Marilah kita belajar dari sikap hidup sang janda miskin yang Tuhan Yesus jadikan teladan ketulusan dan totalitas dalam memberi persembahan. Karena inilah persembahan yang berkenan kepada Tuhan.
Doa:
Allah Bapa Yang Maha Pengasih, sumber dan tujuan hidup kami. Kami bersyukur dan berterima kasih kepada-Mu, karena Putra-Mu Yesus Kristus telah mengajarkan kepada kami makna sejati tentang persembahan yang berkenan kepada-Mu. Kami mau tulus dan total ketika mempersembahkan yang kami miliki kepada-Mu yaitu waktu, tenaga, pikiran, keahlian, harta, dan segala-galanya yang kami miliki yang berasal dari-Mu. Doa ini kami panjatkan kepada-Mu ya Bapa dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami yang terkasih. Amin.

Komentar
Posting Komentar