(Renungan) Tak Kenal Maka Tak Sayang
Tak Kenal Maka Tak Sayang
(G.B. Fenty L.)
(G.B. Fenty L.)
Jadi, janganlah seperti mereka, karena Bapamu mengetahui
apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
(Mat. 6:8)
Kalender Liturgi Kamis, 18 Juni 2026
Bacaan Pertama: Sir. 48:1-14
Mazmur Tanggapan: Mzm. 97:1-2.3-4.5-6.7
Bacaan Injil: Mat. 6:7-15
Peribahasa 'Tak kenal maka tak sayang' menampilkan pesan bahwa kedekatan sejati hanya tumbuh ketika dua insan saling mengenal. Rasa sayang mustahil hadir tanpa terlebih dahulu mengenal pribadi seseorang.
Bacaan Pertama: Sir. 48:1-14
Mazmur Tanggapan: Mzm. 97:1-2.3-4.5-6.7
Bacaan Injil: Mat. 6:7-15
Peribahasa 'Tak kenal maka tak sayang' menampilkan pesan bahwa kedekatan sejati hanya tumbuh ketika dua insan saling mengenal. Rasa sayang mustahil hadir tanpa terlebih dahulu mengenal pribadi seseorang.
Yesus tidak sekadar mengajarkan doa kepada orang banyak, Ia memperkenalkan Bapa-Nya sendiri. Dalam perikop Injil hari ini, kita melihat pribadi Allah Bapa Yang Maha Rahim: yang mengabulkan doa, memberi perlindungan, dan menaungi kita dalam pencobaan. Allah pun memberikan kehendak bebas dalam memilih untuk mengampuni, namun mereka yang tidak memiliki kasih kepada sesama akan jauh dari perkenanan-Nya.
Betapa indah cara Yesus mengenalkan Bapa-Nya. Ia memulai dengan doa, menunjukkan bahwa Allah itu kudus, Maha Kuasa, dan Maha Mengetahui, bahkan mengetahui apa yang kita butuhkan sebelum kita menyadarinya sendiri. Sebab sering kali, kita lebih larut dalam keinginan daripada keperluan.
Yesus mengajar kita memanggil Allah dengan sebutan 'Bapa kami', sebuah undangan untuk bersekutu dan mengenal Sang Pencipta secara pribadi. Karena hanya dari pengenalan yang dekat dan mendalam itulah rasa sayang akan bertumbuh.
Hal ini mengingatkan saya pada Obi, anjing peliharaan semasa kecil. Awalnya ia takut dan bersembunyi, namun seiring waktu kami saling mengenal. Ia selalu menyambut saya pulang dari sekolah dengan loncatan penuh kegembiraan. Tanpa dipanggil, Obi berlari menghampiri, menjilati tangan saya. Obi begitu mempesona dan menghibur.
Sungguh, jika seekor anjing saja mampu melakukan hal seindah itu, betapa jauh lebih dahsyat perbuatan Allah sendiri yang begitu mengenal kita. Ketika kita sungguh mengenal Allah, maka takkan ada pertanyaan seperti ini lagi, "Mengapa doa saya tidak dikabulkan?" Karena perlahan akan tergantikan oleh rasa syukur atas kepenuhan janji-Nya. Hati pun semakin selaras dengan kehendak-Nya, dan kita belajar menyerahkan segalanya dalam iman yang sejati.
Mari semakin mengenal Allah, agar rasa sayang kita kepada-Nya terus bertumbuh dan hati kita semakin sepaham dengan rencana-Nya. Seperti yang diucapkan Bunda Maria kepada Malaikat Gabriel, "Fiat mihi secundum verbum tuum" (terjadilah padaku seturut perkataan-Mu).
Doa:
Ya Yesus, ajarilah dan ingatkanlah kami untuk berdoa bagi keselamatan Gereja dan kemuliaan nama-Mu yang luhur. Amin.

Komentar
Posting Komentar