(Renungan) Terang Kristus di Tengah Kegelapan
Terang Kristus di Tengah Kegelapan
(Florentina Sri Retno Adji)
(Florentina Sri Retno Adji)
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.”
(Mat. 5:16)
Kalender Liturgi Selasa, 9 Juni 2026
Bacaan Pertama: 1Raj. 17:7-16
Mazmur Tanggapan: Mzm. 4:2-3.4-5.7-8
Bacaan Injil: Mat. 5:13-16
Kamu adalah terang dunia. Tuhan Yesus mengatakannya dalam 'Khotbah di Bukit'. Bagi kita murid-Nya, terang sesungguhnya sudah ada. Sejak kita dibaptis, kita menerima terang Roh Kudus dan diangkat menjadi anak-anak Allah.
Bacaan Pertama: 1Raj. 17:7-16
Mazmur Tanggapan: Mzm. 4:2-3.4-5.7-8
Bacaan Injil: Mat. 5:13-16
Kamu adalah terang dunia. Tuhan Yesus mengatakannya dalam 'Khotbah di Bukit'. Bagi kita murid-Nya, terang sesungguhnya sudah ada. Sejak kita dibaptis, kita menerima terang Roh Kudus dan diangkat menjadi anak-anak Allah.
Melalui karya dan pertolongan Roh Kudus, kita dipanggil untuk mengambil bagian dalam mewujudkan Kerajaan Allah di dunia ini, menjadi serupa dengan Kristus, menjadi Alter Christus. Hidup kita hendaknya memancarkan kebenaran dan kasih, sehingga orang lain melihat karakter Kristus melalui diri kita.
Namun, Allah juga memberi manusia kehendak bebas: apakah terang itu akan bercahaya, atau justru dibiarkan redup. Karena kasih-Nya, Allah menuntun kita untuk hidup kudus. Seperti firman-Nya: “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga” (Mat. 5:16).
Firman ini mengajak kita mengarahkan hati kepada perkara-perkara yang di atas, bukan yang di bumi (Kol. 3:1-2), hidup damai dengan semua orang, dan mengejar kekudusan (Ibr. 12:14). Membaca Kitab Suci, berdoa, dan menyambut Komuni menjadi nutrisi jiwa, agar kita mampu mendengarkan Sang Terang yang bersemayam dalam hati.
Di awal tahun 2026, dunia kembali diguncang perang. Saya sempat tergoda untuk ikut berkubu, menghujat, dan berkomentar di media sosial. Namun, saya sadar, sikap itu membuat terang dalam diri saya meredup. Maka saya memilih berdoa, memohon agar Allah melembutkan hati mereka yang bertikai, serta mendoakan para pemimpin dunia agar menjalin hubungan dalam semangat kasih dan persaudaraan.
Melihat peperangan yang berulang dan korban yang tak terhitung, kita tidak boleh kehilangan harapan. Marilah senantiasa memohon belas kasih Allah bagi umat manusia dan dunia saat ini.
Di dalam keheningan, doa umat Allah bagi perdamaian dunia laksana terang yang bercahaya. Doa yang tulus akan menerangi kegelapan dunia dan hati manusia, sehingga melalui perbuatan baik dan doa kita, nama Allah semakin dimuliakan.
Doa:
Allah Bapa Yang Maha Rahim dan berbelas kasih, bantulah kami untuk tekun menjaga terang yang ada dalam diri ini agar terus bercahaya, dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik. Semoga terang Kristus memancar kepada dunia di sekitar kami. Bapa, Engkau memahami kami sering lalai dan lemah, maka tolong tegarkan kami untuk memilih melakukan yang kudus dan berkenan kepada-Mu. Amin.
Allah Bapa Yang Maha Rahim dan berbelas kasih, bantulah kami untuk tekun menjaga terang yang ada dalam diri ini agar terus bercahaya, dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik. Semoga terang Kristus memancar kepada dunia di sekitar kami. Bapa, Engkau memahami kami sering lalai dan lemah, maka tolong tegarkan kami untuk memilih melakukan yang kudus dan berkenan kepada-Mu. Amin.

Komentar
Posting Komentar