(Renungan) Tuhan Membela Orang Benar
Tuhan Membela Orang Benar
(Anita Elka Windyasari)
(Anita Elka Windyasari)
“Akan tetapi, TUHAN meyertai aku seperti pejuang yang gagah, sebab itu para pengejarku akan tersandung jatuh dan mereka tidak berhasil. Mereka menjadi sangat malu, sebab mereka tidak berhasil, suatu aib yang tidak akan terlupakan selama-lamanya!”
(Yer. 20:11)
Kalender Liturgi Minggu, 21 Juni 2026
Bacaan Pertama: Yer. 20:10-13
Mazmur Tanggapan: Mzm. 69:8-10.14.7.33-35
Bacaan Kedua: Rm. 5:12-15
Bacaan Injil: Mat. 10:26-33
Dalam Kitab Yer. 20:10-13, kita melihat Nabi Yeremia yang menghadapi penolakan karena menyampaikan kebenaran. Walaupun ia mengalami ketidakadilan, Yeremia tetap mengandalkan Tuhan. Ia yakin bahwa Tuhan selalu menjadi pembela bagi orang-orang benar. Di bagian akhir, Yeremia mengucap syukur dengan nyanyian: “Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab, ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.” (Yer. 20:13).
Yeremia tidak hanya bersandar pada kekuatan dirinya, melainkan percaya bahwa Tuhan menyertainya seperti seorang pejuang yang gagah perkasa (Yer. 20:11). Keyakinan ini membuatnya teguh, walau ditolak dan difitnah. Ia tahu bahwa Tuhan yang melihat batin dan hati akan membuktikan kebenaran.
Di dalam kehidupan sehari-hari, gesekan antar individu dapat terjadi karena perbedaan pola pikir dan tujuan. Saya punya teman satu kelompok yang pernah mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan. Ketika timnya membutuhkan sesuatu yang diperlukan, ternyata belum dapat ditemukan. Muncul tuduhan dan prasangka buruk. Hatinya sempat terluka oleh peristiwa tersebut. Saya dapat merasakan apa yang dialami oleh teman itu, dan saya memilih untuk berdoa, mengimani bahwa Tuhan menilik hati setiap orang. Saya percaya, pada waktunya Tuhan akan membuktikan kebenaran. Ternyata benar, setelah sekian lama, seorang teman dari kelompok lain menemukan apa yang diperlukan. Saat itu saya bersyukur, sebab Tuhan menunjukkan bahwa Ia punya cara untuk menolong anak-anak-Nya.
Pengalaman ini mengingatkan bahwa kebenaran tetaplah benar dan Tuhan membela orang benar. Yeremia berkata, “Akan tetapi, TUHAN meyertai aku seperti pejuang yang gagah, sebab itu para pengejarku akan tersandung jatuh dan mereka tidak berhasil. Mereka menjadi sangat malu, sebab mereka tidak berhasil, suatu aib yang tidak akan terlupakan selama-lamanya!” (Yer. 20:11). Ayat ini meneguhkan bahwa kita tidak pernah berjalan sendiri. Tuhan berdiri di pihak kita, melindungi, menguatkan, dan memberi keberanian untuk tetap teguh.
Pertanyaannya: maukah kita terus mengandalkan Tuhan sebagai pejuang yang gagah perkasa, atau justru mengandalkan kekuatan diri sendiri ketika menghadapi prasangka buruk, meski kita berada di pihak yang benar?
Doa:
Bapa engkau sungguh baik di hidup kami, engkau tidak akan pernah meninggalkan kami. Kami sangat mencintai-Mu, karena Engkau lebih dahulu mencintai kami. Dalam setiap penderitaan yang kami alami, kami percaya Engkau selalu menopang kami, memberi kekuatan. Kami tetap mengandalkan-Mu, memegang janji-Mu. Sabar menunggu waktu indah dari-Mu dan terus ingin memuji, memuliakan dan mengabdi-Mu kini dan sepanjang masa. Amin.
Bapa engkau sungguh baik di hidup kami, engkau tidak akan pernah meninggalkan kami. Kami sangat mencintai-Mu, karena Engkau lebih dahulu mencintai kami. Dalam setiap penderitaan yang kami alami, kami percaya Engkau selalu menopang kami, memberi kekuatan. Kami tetap mengandalkan-Mu, memegang janji-Mu. Sabar menunggu waktu indah dari-Mu dan terus ingin memuji, memuliakan dan mengabdi-Mu kini dan sepanjang masa. Amin.

Komentar
Posting Komentar