(Renungan) Yesus Harapanku
Yesus Harapanku
(Cecilia Yanti)
(Cecilia Yanti)
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat,
Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
(Mat. 11:28)
Kalender Liturgi Jumat, 12 Juni 2026
Hari Raya Hati Yesus Yang Maha Kudus
Bacaan Pertama: Ul. 7:6-11
Mazmur Tanggapan: Mzm. 103:1-2.3-4.6-7.8.10
Bacaan Kedua: 1Yoh. 4:7-16
Bacaan Injil: Mat. 11:25-30
Hari Raya Hati Yesus Yang Maha Kudus
Bacaan Pertama: Ul. 7:6-11
Mazmur Tanggapan: Mzm. 103:1-2.3-4.6-7.8.10
Bacaan Kedua: 1Yoh. 4:7-16
Bacaan Injil: Mat. 11:25-30
Beberapa waktu lalu, keluarga kami mengalami persoalan sulit. Berbagai upaya telah kami lakukan, namun semuanya menemui jalan buntu. Doa kami pun belum mendapatkan jawaban. Alhasil, masalah semakin meruncing dan butuh solusi segera.
Di tengah keputusasaan dan kesedihan mendalam, kami berlutut di kaki Yesus dan menyampaikan permasalahan kami dengan deraian air mata. Lambat laun, kami hanya memandang salib Yesus. Tiada kata yang terucap, hanya pandangan ke arah wajah-Nya. Saat itu, tidak ada jawaban yang kami terima, namun ada kedamaian; karena kami percaya bahwa Ia mendengar doa kami.
Kemudian terbukti bahwa Tuhan Yesus mendengar teriak kami minta tolong. Saya tidak pandai berbicara, terutama jika sudah melibatkan emosi. Namun, saat berhadapan dengan pihak yang menjadi sumber permasalahan, Ia menaruh kata-kata dalam mulut saya, yang disampaikan dengan tenang dan tidak dapat dibantah oleh mereka. Tuhan Yesus juga melembutkan hati mereka, sehingga berubah sikap dan akhirnya bertindak sesuai dengan sabda dan petunjuk hikmat-Nya.
Kemudian terbukti bahwa Tuhan Yesus mendengar teriak kami minta tolong. Saya tidak pandai berbicara, terutama jika sudah melibatkan emosi. Namun, saat berhadapan dengan pihak yang menjadi sumber permasalahan, Ia menaruh kata-kata dalam mulut saya, yang disampaikan dengan tenang dan tidak dapat dibantah oleh mereka. Tuhan Yesus juga melembutkan hati mereka, sehingga berubah sikap dan akhirnya bertindak sesuai dengan sabda dan petunjuk hikmat-Nya.
Pada waktu Tuhan Yesus berkarya, bangsa Israel mengalami begitu banyak masalah dan tekanan berat akibat penjajahan bangsa Romawi. Tuhan Yesus memahami pergumulan berat serta kondisi yang mereka alami akibat segala tekanan. Ia mengundang mereka untuk berhenti sejenak dari semua permasalahan yang dihadapi, lalu datang kepada-Nya dan Ia akan memberi kelegaan kepada mereka.
Dalam masa sekarang, kita pun sering berhadapan dengan berbagai permasalahan hidup. Tuhan Yesus mengundang kita untuk datang ke hadirat-Nya, berdoa dengan sepenuh hati dan menjalin hubungan personal yang akrab dengan-Nya.
Memang persoalan mungkin masih tetap ada, tetapi dengan memiliki hubungan akrab dengan-Nya; Ia akan memberi kita kelegaan serta hati yang penuh damai dan sukacita dalam menghadapi masalah. Ia juga akan berjalan bersama kita. Ia akan membantu, mendampingi, dan menguatkan kita dalam memikul beban persoalan yang kita hadapi. Kita tidak akan berjalan sendirian lagi karena Ia selalu berada di samping kita.
Pilihan ada di tangan kita: apakah kita mau membiarkan Tuhan turut menanggung beban kita?
Doa:
Ya Bapa, terima kasih atas kepedulian-Mu yang begitu besar kepada kami. Ingatkanlah kami senantiasa untuk tidak mengandalkan kekuatan kami sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Dampingilah dan berjalanlah bersama kami selalu dalam perjalanan hidup kami di dunia ini. Demi Kristus, Tuhan dan sahabat kami. Amin.
Ya Bapa, terima kasih atas kepedulian-Mu yang begitu besar kepada kami. Ingatkanlah kami senantiasa untuk tidak mengandalkan kekuatan kami sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Dampingilah dan berjalanlah bersama kami selalu dalam perjalanan hidup kami di dunia ini. Demi Kristus, Tuhan dan sahabat kami. Amin.

Komentar
Posting Komentar