(Renungan) Kepedulian
Kepedulian
(Johanes Williatmo Tantra)
Kalender Liturgi Kamis, 2 Juli 2026
Bacaan Pertama: Am. 7:10-17
Mazmur Tanggapan: Mzm. 19:8.9.10.11
Bacaan Injil: Mat. 9:1-8
(Johanes Williatmo Tantra)
Lalu dibawalah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di pembaringannya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu, “Teguhkanlah hatimu, hai Anak-Ku, dosa-dosamu diampuni.”
(Mat. 9:2)
Bacaan Pertama: Am. 7:10-17
Mazmur Tanggapan: Mzm. 19:8.9.10.11
Bacaan Injil: Mat. 9:1-8
Injil Mat 9:1-8, menceritakan kisah empat orang yang berjuang sekuat tenaga untuk membawa sahabat mereka yang lumpuh kepada Yesus. Mereka bahkan rela membuka atap rumah demi menurunkan teman mereka di hadapan Yesus. Ketika Yesus melihat iman mereka, Ia berkata kepada orang lumpuh itu, "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" Perikop ini menyingkapkan kuasa Ilahi Yesus dan pewahyuan identitas-Nya. Ia bukan hanya berkuasa menyembuhkan tubuh, tetapi memiliki kuasa Ilahi untuk mengampuni dosa. Dengan demikian, Yesus menunjukkan bahwa Ia sungguh hadir sebagai Allah yang berkuasa atas hidup manusia.
Hal menarik lainnya adalah kepedulian empat orang ini untuk membawa temannya hingga sampai ke hadapan Yesus. Iman merekalah yang menggerakkan Yesus menyembuhkan temannya. Keempat sahabat ini melambangkan solidaritas, ketekunan, iman yang kreatif, dan keberanian menembus rintangan. Tanpa iman dan kasih mereka, orang lumpuh itu mungkin tidak akan pernah berjumpa dengan Yesus. Kisah ini mengingatkan kita bahwa iman tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga dapat diwujudkan melalui tindakan nyata.
Tindakan nyata dan perhatian pada sesama juga tampak dalam kisah Yukio Shige, seorang pensiunan polisi di Jepang. Setelah pensiun, ia mengabdikan hidupnya untuk mencegah orang bunuh diri di tebing Tōjinbō, sebuah lokasi yang terkenal sebagai tempat banyak orang mengakhiri hidupnya. Hampir setiap hari ia berjalan di sepanjang tebing itu, berbicara dengan orang-orang yang putus asa, membujuk mereka untuk tidak melompat, dan akhirnya berhasil menyelamatkan ratusan nyawa.
Kisah Injil dan kisah nyata ini sama-sama menegaskan bahwa kepedulian kepada sesama adalah wujud nyata dari iman. Sering kali kita lalai untuk memperhatikan, menolong, atau mendengarkan orang lain. Padahal, dengan sekadar mendengarkan penuh empati, kita sudah membantu meringankan beban mereka.
Mari belajar untuk menjadi sahabat yang peduli; yang mau mendengarkan tanpa menghakimi, memperlakukan sesama dengan kasih, dan mendoakan mereka yang sedang bergumul. Dengan cara sederhana ini, kita ikut menghadirkan Yesus yang mengampuni dan menyembuhkan, sehingga kasih Allah menjadi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Doa :
Tuhan Yesus berikan kami rahmat untuk selalu peduli terhadap orang lain, dan memperlakukan mereka dengan kasih. Amin.
Tuhan Yesus berikan kami rahmat untuk selalu peduli terhadap orang lain, dan memperlakukan mereka dengan kasih. Amin.

Komentar
Posting Komentar