(Renungan) Hikmat dalam Perkataan
Hikmat dalam Perkataan
(AM. Regina Tjen)
(AM. Regina Tjen)
Mulut orang benar menuturkan Hikmat, dan lidahnya mengatakan hukum.
( Mazmur 37: 30 )
Kalender Liturgi Rabu, 9 Februari 2022
Bacaan Pertama. : 1 Raj 10:1-10
Mazmur Tanggapan : 37:5-6,30-31, 39-40.
Bacaan Injil : Mrk 7:14-23
Pemazmur mengatakan bahwa mulut orang benar menuturkan hikmat. Raja Salomo meminta hikmat kepada Tuhan karena sadar akan keterbatasan dirinya sebagai seorang pemimpin (1 Raj 3:9). Hikmat perkataan yang didapatnya inilah yang menghantar Salomo menjadi raja yang hebat sampai tersiar keluar wilayah kerajaannya. Hal ini membuat penasaran Ratu Negeri Syeba hingga datang untuk mendengar dan membuktikan hikmat Salomo.
Penyelesaian kasus atas perebutan bayi oleh dua orang ibu; Keputusan yang diucapkan Raja Salomo; adalah contoh hikmat perkataan yang membuat terungkapnya kebenaran siapa ibu sang bayi yang sesungguhnya (1 Raj 3:6-28).
Waktu saya belum mengenal Tuhan Yesus dan FirmanNya, saya tidak pernah terpikir tentang cara berucap. Saya selalu bicara “asal bunyi” yang penting bikin “hepi” para pendengar. Saya terbiasa menjadi pelawak, sampai suatu saat saya kehilangan sahabat akibat kebiasaan bicara tanpa hikmat.
Waktu kelas lima SD, sahabat saya mengajak kami mengunjungi ibu guru wali kelas yang baru datang dari Tanah Jawa. Jadilah pada suatu Minggu, kami berlima berkunjung. Sahabat saya membawa minuman bersoda produksi pabrik papanya. Karena badannya paling besar, maka dia bertugas membawa minuman tersebut. Pertemuan sangat menyenangkan. Ibu guru membuat masakan ala Jawa, menjamu kami makan siang. Kami pulang setelah diajarkan keajaiban perkalian angka 11 yang masih saya ingat sampai sekarang. Hari Senin ketika sedang berbaris, saya mendengar sahabat saya berkata dengan marah: ”ternyata begitu orangnya, saya baru tahu”. Beberapa bulan kemudian dia pindah ke sekolah lain.
Pada waktu ditanya “gank sebelah” alasan kami pergi mengunjungi Ibu Wali Kelas, spontan saya jawab: ”supaya dikasih nilai bagus”. Perkataan tanpa hikmat ini ternyata dijadikan gosip bahwa Ibu Guru disogok dengan minuman dengan tujuan agar teman saya bisa naik kelas. Memang kemampuan akademis kami beragam tapi bukan itu alasannya.
Penyesalan saya adalah: perkataan tanpa hikmat telah menghancurkan persahabatan kami, sampai hari ini. Bacaan hari ini menyadarkan saya untuk berkata-kata dengan lebih berhikmat.
Doa:
Ya Bapa yang Maha Baik, izinkan kami senantiasa dekat denganMu. Beri kami hikmat dalam bertutur kata dan biarlah hanya kebaikanMu yang terpancar dari setiap perkataan yang keluar dari mulut kami. Amin.
Komentar
Posting Komentar