(Renungan) Percaya kepada Penyelenggaraan Illahi
Percaya kepada Penyelenggaraan Ilahi
(Wily Wibianto)
(Wily Wibianto)
“Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Jangan kamu membawa kantong perbekalan dalam perjalanan, jangan kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, karena seorang pekerja patut mendapat upahnya”
(Mat 10: 9-10)
Kalender liturgi Sabtu, 11 Juni 2022
PW. St. Barnabas, Rasul
Bacaan Pertama : Kis. 11:21b-26;1 :1-3.
Mazmur Tanggapan: Mzm. 98 :1.2-3ab. 3c-4. 5-6; R : 2b.
Bacaan Injil : Mat. 10 : 7 – 13.
Bacaan Pertama : Kis. 11:21b-26;1 :1-3.
Mazmur Tanggapan: Mzm. 98 :1.2-3ab. 3c-4. 5-6; R : 2b.
Bacaan Injil : Mat. 10 : 7 – 13.
Pada Pekan Biasa X, Sabtu, 11 Juni 2022 ini, Gereja merayakan Perayaan Wajib Santo Barnabas, Rasul. Dulu, bernama Yosef. Setelah ia menjual hartanya dan menyerahkan uang hasil penjualannya kepada para rasul di Yerusalem, dia diberi nama baru yaitu Barnabas yang artinya putera penghiburan. Dia dikenal sebagai penginjil di Antiokhia dan Siprus serta teman seperjalanan Paulus.
Barnabas adalah orang yang melaksanakan perintah Yesus dengan melepas ketergantungan akan harta duniawi. Dia mempercayakan dirinya sepenuhnya pada penyelengaraan Tuhan dalam mewarta seperti yang diperintahkan Yesus tanpa ketergantungan akan harta duniawi.
Yesus menugaskan para murid-Nya untuk mewartakan Injil, tanpa membawa perlengkapan untuk perjalanan seperti uang (emas,perak) untuk membeli makanan dan minuman, baju dua helai maksudnya baju cadangan, kasut untuk melindungi kaki dalam perjalanan atau tongkat yang biasa dipakai untuk melindungi diri, dengan harapan para murid bergantung sepenuhnya pada penyelenggaran Ilahi yang menjamin kebutuhan mereka melalui jemaat yang menerima kabar Injil. Kebutuhan akan makan dan minum akan dipenuhi melalui jemaat yang menerima mereka di rumahnya, juga kebutuhan akan baju bersih. Allah akan menyertai perjalanan mereka sehingga kasut dan tongkat tidaklah diperlukan.
Dengan demikian para murid Yesus akan lebih fokus terhadap pewartaan injil, tidak dibebabani dan direpotkan oleh barang barang keperluan perjalanan itu.
Aku ikut dalam komunitas Couple for Christ yang mengajar aku untuk memberikan waktu bagi pelayanan bagi keluarga keluarga, dengan sharing yang bisa menguatkan. Dan kami menerima jamuan dari keluarga yang menerima kami, secara tdak langsung ini membantu karena kami tidak harus disibukkan dengan persiapan makan setelah pelayanan sehingga kami bisa fokus kepada pelayanan, seperti para murid lakukan dalam pewartaan mereka.
Hari ini kita diberi teladan oleh Santo Barnabas yang berani melepaskan ketergantungannya pada harta dunia dan mempercayakan sepenuhnya pada penyelenggaraan Allah dalam menjalani perutusan.
Iman kitalah yang menentukan keberhasilan perutusan, perlengkapan materiil akan dipenuhi oleh Tuhan.
Doa :
Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengutus kami untuk pergi mewartakan Injil tanpa membawa bekal dalam perjalanan kami, mohon sertailah kami agar mempunyai iman yang kuat dalam menjalani perutusan-Mu dengan keyakinan semua keperluan kami akan Engkau cukupkan. Amin.
Komentar
Posting Komentar