(Renungan) Menjadi yang Terbesar dalam Kerajaan Sorga

Menjadi yang Terbesar dalam Kerajaan Sorga
(Susan Tjia)



“Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam kerajaan Sorga” 
(Mat. 18 : 4)



Kalender Liturgi Selasa, 9 Agustus 2022
Bacaan Pertama : Yeh. 2 : 8 – 3-4
Mazmur Tanggapan : Mzm. 119 : 14, 24,72,103, 111, 131
Bacaan Injil : Mat. 18 : 1-5,10, 12-14


Di bulan Mei 2022, saya hadir mengikuti acara berkumpul dengan sanak keluarga di Rumah Duka Carolus, Jakarta. Saya bertemu kakak saya yang sudah tiga tahun lamanya kami tidak saling bertegur sapa, karena satu masalah yang begitu menyakitkan hati kami berdua sebagai saudara kandung. Pada kesempatan itu,  saya memberanikan diri untuk menyapa terlebih dahulu. Kami memang tidak bisa serta merta mengucapkan permintaan maaf dan saling berjabat tangan, tetapi saya memanfaatkan kesempatan itu agar kami berdua bisa duduk satu meja, sharing obrolan dan berphoto bersama lagi. Kejadian ini menjadi pemandangan yang langka juga di mata anggota keluarga yang lain.

Sebuah tindakan “gila” yang sangat terlambat tetapi selalu menjadi kerinduan dalam hati saya, setiap saya mengucapkan Doa Bapa Kami. Perasaan tidak bersalah dan marah yang berkepanjangan membuat saya tidak peka lagi akan pengajaran dan kasih dari Tuhan. Untuk sampai di titik "gila" ini, saya harus membuang gengsi, perasaan paling benar dan sakit hati. 

Setelah saya berhasil melewati moment yang singkat di Rumah Duka Carolus itu, saya merasakan kelegaan yang luar biasa dan merasa gembira. 

Bacaan Injil hari ini, Yesus menggambarkan sifat-sifat baik pada diri  seorang anak kecil yang patut ditiru orang dewasa, yaitu sifat polos, ketergantungan, mau dibimbing, mau diajar dan mau diatur. Sikap hidup yang bergantung sepenuhnya kepada Tuhan dan memiliki kerendahan hati. Yesus mengatakan "barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam kerajaan Sorga" (Matius 18:4). 

Semoga saya juga dapat menjadi yang  terbesar dan layak masuk Kerajaan-Nya. Saya sungguh percaya, orang yang jiwanya seperti kanak-kanak Yesus, yang bertobat serta meninggalkan cara hidup yang lama, Tuhan akan memulihkan kehidupannya. 


Doa:

Ya Tuhan, doa Bapa Kami yang diajarkan Putera-Mu, telah memerdekakan hidup saya. Ajarilah saya, agar selalu selaras dengan ajaran-Mu dalam bertutur kata dan bertingkah laku, dalam situasi hidup apapun, saya hanya mengandalkan Engkau ya Tuhan.  Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Percaya meski Belum Melihat

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah