(Renungan) Yesus dan Aku
Yesus dan Aku
(Maria Aurelia Erly )
(Maria Aurelia Erly )
Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku
(Luk. 7 : 23)
Kalender Liturgi Rabu, 14 Desember 2022
Bacaan Pertama : Yes. 45 : 6b-8, 18, 21b-25
Mazmur Tanggapan : Mzm. 85 : 9ab-10, 11-12, 13-14
Bacaan Injil : Luk. 7 : 19-23
Bacaan Pertama : Yes. 45 : 6b-8, 18, 21b-25
Mazmur Tanggapan : Mzm. 85 : 9ab-10, 11-12, 13-14
Bacaan Injil : Luk. 7 : 19-23
Pada hari ini gereja memperingati Santo Yohanes dari Salib, seorang Doktor Gereja yang dikenal dengan Doktor Mysticus dan pembaharu Ordo Karmel bersama Santa Teresa dari Avila. Santo Yohanes dari Salib mengalami berbagai tekanan dan pencobaan yang berat dari biarawan Karmelit yang menentang pembaharuan. Namun dalam penderitaannya di penjara, ia menyusun puisi-puisi dan tulisan yang dikenal dengan Kidung Rohani.
Yohanes Pembaptis berusaha mengenali siapa nabi besar yang sedang dibicarakan banyak orang karena membangkitkan anak muda di Nain. Yohanes Pembaptis meminta dua orang muridnya pergi kepada Yesus dan bertanya, siapakah Yesus itu? Apakah Mesias yang dinanti-nantikan banyak orang? Kepada murid Yohanes, Yesus memberikan jawaban berupa karya-karya kebaikan yang telah dilakukan-Nya seperti menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, melenyapkan berbagai macam penyakit bahkan membangkitkan orang mati.
Pekerjaan-pekerjaan yang tidak mungkin dapat dilakukan oleh nabi biasa. Yesus tahu pikiran orang banyak terutama orang Farisi dan ahli Taurat. Mesias seperti apakah yang mereka nantikan. Tentunya bukan anak tukang kayu miskin keluarga Maria dan Yusuf. Karena itu Yesus mengatakan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku kepada murid-murid Yohanes.
Seperti Yohanes Pembaptis, aku juga berusaha mengenali Yesus, Allah yang kusembah. Yesus juga melakukan berbagai karya baik dalam hidupku seperti mengaruniakan keluarga, teman-teman dan lingkungan tempat tinggal juga memberi kesehatan kepadaku. Namun Yesus dalam perjalanan hidup-Nya di dunia juga mengalami banyak penderitaan. Dia ditolak, dihina, dikhianati, ditangkap, dianiaya bahkan dihukum mati dengan cara yang paling hina yaitu disalib. Ketika hidupku tak hanya berisi kegembiraan dan kebahagiaan tetapi juga terdapat masalah, kesedihan dan penderitaan apakah aku harus menjadi kecewa dan menolak Yesus? Tentu tidak, karena Yesus telah mengajarkan kepadaku cara mengikuti Dia yaitu menyangkal diri dan memikul salib.
Haruskah kita menjadi kecewa dan menolak Yesus ketika apa yang kita inginkan tak sejalan dengan kehendak Allah?
Doa :
Allah yang Maharahim, berilah aku karunia dan roh pengenalan akan Allah sehingga aku semakin mengenali Yesus seperti Santo Yohanes Salib. Ajarilah aku meneladan putra-Mu di jalan salib-Nya sehingga tatkala aku harus mengalami penderitaan aku tidak menjadi kecewa dan menolak-Nya. Terima kasih ya Allah karena Engkau senantiasa menyertai dan membimbing hidupku. Amin.
Komentar
Posting Komentar