(Renungan) Hatiku Tergerak

Hatiku Tergerak
(Maria Theresia Widyastuti)



Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini.  Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan.  
(Mrk. 8 : 2)



Kalender Liturgi Sabtu, 11 Februari 2023
Bacaaan Pertama : Kej. 3 : 9 - 24
Mazmur Tanggapan : Mzm. 90 : 2-4, 5-6, 12-13
Bacaan Injil : Mrk. 8 : 1 - 10


Saya membaca artikel menarik tentang para dokter yang memiliki jiwa sosial di tengah semakin mahalnya biaya kesehatan. Biaya yang tidak mudah digapai oleh masyarakat dalam kategori pra-sejahtera.

Para dokter ini melayani pasiennya dengan kasih. Tersebutlah nama dr. S. Wijaya di Indramayu yang tidak menerapkan tarif dan sukarela memasukkan di kotak yang disediakan, bahkan pasien bisa membawa pulang barang sumbangan yang disediakan.
Ada dr. FX Sudanto di Abepura Papua yang memberikan tarif seribu rupiah bahkan gratis. Ia tergerak karena rasa belas kasih, “kasihan, yang kekurangan biasanya banyak yang menderita sakit” ujarnya.

Juga ada dr. Lie Agustinus Dharmawan di RS Terapung yang berkeliling dengan kapal di area Indonesia Timur, dr. Michael Leksodimulyo di Surabaya yang dikenal sebagai dokternya kaum gelandangan dan dr. Lo Siaw Ging di Solo yang dikenal memiliki rasa sosial tinggi. 

Apa yang menggerakkan para dokter itu melakukan hal luarbiasa dengan membantu pasien yang membutuhkan? Apa yang memotivasi mereka? Pertanyaan yang sama muncul saat 
Yesus berkata “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini“.  Apa yang menggerakkan Yesus sehingga ia melakukan hal yang luar biasa yaitu melayani para pengikut-Nya dengan mengucapkan syukur, memberkati dan meminta murid-murid-Nya untuk membagi-bagikan roti dan ikan untuk orang banyak yang sudah tiga hari mengikutinya.

Ada kasih yang menggerakkan para dokter itu seperti Yesus yang tergerak oleh belas kasihan. Tanpa kasih dan hanya melihat kepentingan pribadi saja maka tidaklah mungkin para dokter itu tergerak untuk memberikan pelayanan yang luar biasa. Motivasi yang didasari kasih itu menjadi berkat bagi banyak orang dan pelayanan yang diberikan dokter itu sungguh menggambarkan kasih Allah.

Sebuah permenungan yang membuat saya merefleksikan kembali apa yang menjadi motivasi dan menggerakkan pelayanan yang saya lakukan? Apakah motivasi itu sudah sama dengan motivasi Yesus dalam memberikan pelayanan? Apakah ada kasih dalam pelayanan saya?  Apakah ada Allah dalam pelayanan saya? Sungguh saya dimurnikan kembali oleh Allah melalui kisah dokter dan Yesus dalam melayani.


Doa :

Tuhan, terima kasih karena melalui ayat hari ini sungguh saya kembali dimurnikan dan diminta melihat apakah yang menjadi motivasi saya dalam pekerjaan pelayanan saya. Semoga Roh Kudus-Mu selalu menyertai saya dalam berproses dan memiliki motivasi kasih dalam pekerjaan dan pelayanan saya. Terima kasih Tuhan, aku mencintai-Mu. Amin.

Image result for rs terapung dr lie agustinus

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Percaya meski Belum Melihat

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah