(Renungan) Sembuhkanlah Kami, Ya Bapa
Sembuhkanlah Kami, Ya Bapa
(Laurentia Linda)
(Laurentia Linda)
“Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata kata“
(Mrk. 7 : 37)
Kalender Liturgi Jumat, 10 Februari 2023
Bacaan Pertama : Kej. 3 : 1-8
Mazmur Tanggapan : Mzm. 32 : 1, 2, 5, 6, 7
Bacaan Injil : Mrk. 7 : 31-37
Bacaan Pertama : Kej. 3 : 1-8
Mazmur Tanggapan : Mzm. 32 : 1, 2, 5, 6, 7
Bacaan Injil : Mrk. 7 : 31-37
Pada persidangan kasus penembakan seorang Brigadir di Jakarta, 5 Desember 2022 yang lalu, ada hal yang menarik terjadi pada saat itu. Hakim ketua tertawa mendengar kesaksian dua orang tersangka yang bersikeras tidak mendengar apa-apa dan juga tidak melihat apa-apa, sampai sampai sang hakim berkomentar dengan geram, “Kalian buta dan tuli.”
“Tak buta dua mata, namun tidak melihat. Tiada tuli telinga, namun tidak mendengar. Yang buta mata hatinya, yang tuli kesombongannya, sehingga tidak melihat tanda kebesaran Tuhan, tidak mendengar peringatan dari Tuhan. Adanya diri ini bukti adanya Tuhan. Adanya alam ini bukti adanya Tuhan. Itu adalah kutipan dari lagu berjudul Buta Tuli yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Rhoma Irama.
Bacaan hari ini dari bacaan pertama sampai ke bacaan Injil mengungkapkan kepada kita bahwa sudah sejak dahulu manusia cenderung jatuh ke dalam dosa. Jika kita mau dan bersedia, kita mempunyai tempat untuk berlindung. Kita mempunyai sosok yang sungguh-sungguh menyayangi kita, asalkan kita juga sungguh bertobat dan mau mengikuti ajaran-Nya. Di mana pun berada Yesus selalu menjadikan segala-galanya baik. Injil hari ini berkisah tentang penyembuhan orang yang bisu dan tuli. Yesus membuat telinga dan mulut yang semula kurang berfungsi dengan baik, menjadi baik. Orang yang disembuhkan menjadi dapat mendengar dan berkata-kata dengan baik.
Kita bukanlah orang yang bisu dan tuli secara fisik. Namun kita perlu rendah hati dan mengakui bahwa selama ini kita pun kurang mampu mendengarkan dan berkata-kata dengan baik. Mungkin kita masih suka mendengarkan hal-hal yang tidak baik, misalnya gossip atau hoax. Kita mungkin suka bergosip, mengumpat, berbohong berpura-pura, munafik dan lain-lain. Untuk itu kita perlu datang kepada Tuhan dan memohon agar Ia juga menjadikan segala-galanya baik dalam diri kita.
Mungkin kita bisa memulai dengan secara aktif melibatkan indera kita pada saat perayaan Ekaristi. Kita tidak mempunyai alasan untuk menjadi “bisu” diam saja dan tidak berpartisipasi pada saat perayaan liturgi berlangsung…… setujukah anda ?
Doa :
Bapa, berikanlah kami rahmat-Mu agar kami mampu untuk selalu mendengarkan dan berbicara dengan baik. Bukalah juga mata dan hati kami agar mampu melihat dan mensyukuri karya-karya baik-Mu. Mampukanlah kami juga agar dapat mengambil bagian dalam melaksanakan karya karya baik dalam hidup kami sehari-hari. Amin.
https://www.google.com/search?q=heal+us+lord&tbm=isch&ved=2ahUKEwjwsqidlPb8AhVRi9gFHQzYAuoQ2-cCegQIABAC&oq=heal+us+&gs_lcp=ChJtb2JpbGUtZ3dzLXdpei1pbWcQARgAMgUIABCABDIFCAAQgAQyBQgAEIAEMgUIABCABDIFCAAQgAQ6BwgjEOoCECc6BAgjECc6BAgAEAM6BAgAEEM6BwgAELEDEEM6CAgAEIAEELEDUP4SWJctYMY2aAJwAHgAgAGZAYgBjAiSAQMwLjmYAQCgAQGwAQXAAQE&sclient=mobile-gws-wiz-img&ei=MVHbY7DWINGW4t4PjLCL0A4&bih=683&biw=393&client=ms-android-xiaomi-rvo2&prmd=imvn&hl=en-GB#imgrc=Imkl-y5hw1TrpM
Komentar
Posting Komentar