(Renungan) Taman Eden
Taman Eden
(A.M. Regina T.)
(A.M. Regina T.)
“Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.“
(Kej. 2 : 16 b - 17)
Kalender Liturgi Rabu, 8 Februari 2023
Bacaan Pertama : Kej. 2 : 4b-9, 15-17
Mazmur Tanggapan : Mzm. 104 : 1-2a, 27-28, 29b, 30
Bacaan Injil : Mrk. 7 : 14-23
Bacaan Pertama : Kej. 2 : 4b-9, 15-17
Mazmur Tanggapan : Mzm. 104 : 1-2a, 27-28, 29b, 30
Bacaan Injil : Mrk. 7 : 14-23
Waktu saya mengajar di sekolah Minggu, topik favorit saya adalah kisah penciptaan. Alat peraga dari kain flannel yang ditempelkan berurutan dari hari pertama sampai hari ke tujuh, sungguh indah luar biasa. Rasa kagum terpancar dari wajah polos anak-anak. Bersama mereka, saya merasakan cinta Tuhan kepada manusia ciptaan-Nya. Diberi-Nya terang, cakrawala, daratan yang mengeluarkan tunas, benda penerangan di langit untuk siang dan malam, hewan di air, udara dan di daratan. Terakhir Tuhan ciptakan sepasang manusia untuk menikmati dan mengusai semua hasil karya Tuhan itu. Seakan belum cukup, Tuhan buatkan Taman Eden untuk tempat tinggal mereka.
Bacaan hari ini sungguh menggelitik hati. Selain semua yang disebut di atas, Tuhan juga menumbuhkan pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat dalam taman Eden. Saya berpikir Tuhan “kog begitu amat”. Kenapa diberikan juga batu sandungan dalam taman yang indah itu?. Ditambahkan lagi dengan perkataan keras, “sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati”.
Saya berkata dalam hati: Tuhan kalau mau kasih taman Eden harusnya Tuhan jangan kasih ular, jangan kasih pohon yang bisa mencelakakan mereka, dong.
Namun hari ini saya mulai memahami cinta Allah pada manusia ciptaan-Nya. Allah Bapa ingin kita TAAT. Allah ingin dalam menjalani kehidupan sehari-hari, kita selalu ingat dan berpegang pada firman-Nya. Pengaturan yang keras di atas sebenarnya adalah rancangan indah yang mendatangkan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan yang diberikan kepada Adam dan Hawa. Allah ingin manusia sebagai makluk tertinggi ciptaan-Nya dapat menguasai dan bertanggung jawab atas apa yang sudah diberikan.
Kehidupan kita sendiri adalah sebuah “Taman Eden”. Di taman inilah kita dapat menjumpai Sang Pencipta selayaknya anak dengan Bapa. Namun, Taman Eden macam apa yang saya miliki saat ini? Apakah saya sudah menjaga dan memeliharanya agar menjadi sebuah tempat pertemuan yang layak dengan Bapa? Mari kita menggunakan senjata Firman yang telah Bapa berikan untuk memelihara Taman Eden kita.
Doa :
Allah Bapa yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang empunya langit dan bumi dan segala isinya. Terima kasih atas Taman Eden yang kau berikan kepada kami sebagai tanda cinta-Mu. Biarlah kami boleh dengan rajin menyirami dan merawat taman ini dengan bantuan firman-Mu agar dapat layak sebagai tempat pertemuan dengan Dikau, ya Bapa. Amin.
Komentar
Posting Komentar