(Renungan) Janganlah Mempersulit Orang

Janganlah Mempersulit Orang  
(H. Haryanto Tanudjaja)


 “Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah."
(Kis. 15:19)
 

Kalender Liturgi Kamis, 11 Mei 2023
Bacaan Pertama : Kis. 15 : 7-21
Mazmur Tanggapan : Mzm. 96 : 1-2a, 2b-3, 10 
Bacaan Injil : Yoh. 15 : 9-11


Bersyukur saya sempat merawat ibu mertua yang menganut kepercayaan leluhur. Suatu hari tercetus kerinduan beliau untuk menerima Sakramen Baptis setelah melihat anak dan cucunya masuk Katolik. Tujuannya sederhana, bila meninggal beliau ingin dihantar doa dan upacara oleh anak cucunya seiman.  

Beruntung karena usianya telah sepuh, seorang suster Karmelit bersedia datang ke rumah mengajarkan agama Katolik dan hanya memintanya hafal Doa Bapa Kami dan Salam Maria.  Singkat kata, ibu mertua boleh dibaptis. Kemudahan dari suster Karmelit itu membuka jalan untuk hidup damai dan suka cita dalam Kristus. Beberapa tahun kemudian, setelah menerima Sakramen Perminyakan, beliau menghembuskan nafas terakhir dalam iman walaupun kanker paru menderanya. 

Laju perkembangan Injil di Antiokhia, Siprus, dan Asia Kecil menimbulkan persoalan serius bagi umat beriman konservatif di Yudea. Terjadilah perdebatan sengit dan panjang tentang keharusan orang non-Yahudi mengikuti syariat Taurat, misalnya sunat, agar diterima menjadi umat Kristen. Petrus mengingatkan dalam Konsili Yerusalem tahun 50 M yang dihadiri utusan dari Antiokhia, para rasul, dan penatua bahwa keselamatan adalah anugerah Allah untuk seluruh manusia karena Allah telah menyucikan hati mereka. Paulus dan Barnabas mengkonfirmasi bahwa kasih anugerah Allah terjadi juga pada bangsa-bangsa lain. Yakobus menimpali, “Kalau begitu, tiada seorang pun boleh mempersulit orang yang ingin berbalik kepada Allah.”
 
Dahulu pernah terdengar umat dipersulit ketika membutuhkan pastor, misalnya untuk pelayanan Sakramen Tobat, Sakramen Perminyakan, ibadat kematian, dan baptis lansia.  Tetapi sekarang tersebar berita menyenangkan, misalnya Rumah Duka Carolus One Stop Solution menawarkan pelayanan belarasa total, termasuk pastoral, untuk umat dalam kedukaan, tanpa membedakan statusnya. Bertemu pastor pun semakin mudah. 

Orang kudus yang kita peringati hari ini, Santo Ignasius dari Laconi telah dipakai Tuhan untuk mendekatkan orang kepada-Nya secara luar biasa. Dia hanyalah seorang bruder Fransiskan  yang tugasnya meminta sedekah dari rumah ke rumah untuk kepentingan biara Kapusin, tetapi banyak orang segera menyadari, menerima berkah berlimpah setiap kali memberi derma kepadanya.  
 

Doa:

Tuhan  Yesus, mampukan aku untuk berani menjembatani orang lain yang mendekat pada-Mu, apa pun status dan agamanya. Urapilah aku agar dapat selalu hidup berbuah sehingga semakin nyata bahwa kasih-Mu melimpah dalam diriku dan sesama. Jamahlah aku agar tetap dapat mengasihi setiap orang, bahkan ketika orang yang aku kasihi tidak peduli terhadap usaha dan perjuanganku. Semoga sukacita-Mu ada di dalam aku dan sukacitaku menjadi penuh. Amin.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Percaya meski Belum Melihat

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah