(Renungan) The Power of Holy Spirit

The Power of Holy Spirit 
(Francisca Kurniawati) 


“Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan injil kepada orang-orang
 di sana. “
(Kis. 16 : 10)


Kalender Liturgi Sabtu, 13 Mei 2023
Bacaan Pertama : Kis. 16 : 1-10
Mazmur Tanggapan : Mzm. 100 : 1-2, 3, 5
Bacaan Injil : Yoh. 15 : 16-21


Santo Paulus mengalami penglihatan tentang orang Makedonia yang minta Paulus datang untuk menolongnya. Barangkali pada saat itu Paulus tidak tahu di mana Makedonia itu dan orang seperti apa, mungkin dari logatnya atau cara berpakaiannya. Namun Paulus yakin bahwa itu adalah panggilan Allah yang harus ditaati. Dia segera berangkat ke sana, tempat yang jauh dari sebelumnya yang pernah ia datangi. Mengapa Paulus berani? Karena ia yakin itu adala panggilan Allah, dan ia percaya Roh Kudus akan memampukannya dalam tugas pelayanannya itu.

Saya teringat kisah pelayanan salah satu suster ordo FMM di rumah retret “Samadi Shalom”, dengan keberaniannya beliau mengambil resiko yang besar mengajukan diri untuk bertugas di Afrika, di suatu negara dengan kondisi ilkim yang sangat ekstrim. Siang hari cuaca sangat terik, malam hari cuaca sangat dingin. Tingkat kriminalitas sangat tinggi dan hidup di tengah penduduk miskin dengan rumah kardus. Setiap malam, dentuman tembakan sudah menjadi musik sehari-hari. Saat membuka pintu rumah, ada saja orang yang terluka dan butuh pertolongan. Tidur hanya 2 jam sehari. Meski demikian suster itu tetap penuh kasih dalam melayani setiap orang yang butuh pertolongan. Bahkan menolong ibu yang melahirkan padahal suster tersebut tidak memiliki keahlian untuk membantu proses persalinan apalagi dengan alat yang seadanya.

Suster itu melayani selama 5 tahun dan dalam kesaksiannya dia begitu bahagia. Bahkan saat dia harus pulang ke Indonesia, dia merasa kehilangan. Saya bertanya kepada suster mengapa hal itu bisa terjadi? Jawabannya adalah karena dia merasa sangat dekat sekali dengan Tuhan dan itulah yang membuat dia merasa selalu bahagia. Saat dia menolong orang yang melahirkan dia merasakan kerja Roh Kudus yang memampukan untuk malakukan hal-hal yang sangat mustahil dilakukan. 

Apakah kita selalu merasa tidak mampu saat harus mengemban tugas pelayanan? Sadari kehadiran Roh Kudus dan setialah kepada panggilan Allah, maka Allah akan bekerja lewat Roh Kudus-Nya untuk memampukan kita.


Doa :

Ya Tuhan, utuslah Roh Kudus-Mu agar memampukan kami dalam tugas pelayanan kami di dunia ini. Semoga kami tidak takut untuk menghadapi segala tantangan dan rintangan yang ada, karena kami yakin Engkau pasti akan mengaruniakan Roh-Mu yang Kudus untuk memampukan kami. Amin.



https://th.bing.com/th/id/OIP.riscf3UpJV47cJQZwmTZJgEgDY?w=203&h=180&c=7&r=0&o=5&dpr=1.3&pid=1.7



Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Percaya meski Belum Melihat

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah