(Renungan) Tinggikan Yesus dalam Orang Beriman

Tinggikan Yesus dalam Hidup Orang BerIman 
(Celestinus Hudianto) 


Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap  orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
(Yoh. 3 : 14-15)


Kalender Liturgi Kamis, 14 September 2023 
Pesta Pemuliaan Salib Suci
Bacaan Pertama : Bil. 21 : 4-9 
Mazmur Tanggapan : Mzm. 78 : 1-2, 34-35, 36-37, 38
Bacaan Kedua : Flp. 2 : 6-11
Bacaan Injil : Yoh. 3 : 13-17


Ayat di atas dinyatakan Yesus dalam konteks pengajaran kepada Nikodemus tentang hidup kekal. Diawali dengan mengutip "kisah ular tembaga" di mana Musa menaikkan ular tembaga yang dibuatnya pada sebuah tiang dan setiap orang yang dipagut ular, jika melihatnya akan tetap hidup. Demikian juga setiap orang yang melihat dan percaya kepada Yesus yang ditinggikan di Salib. Siapa yang melihat-Nya dan percaya  akan hidup kekal. Di sini digunakan kata "ditinggikan" artinya Yesus digantungkan pada tiang salib, serentak diangkat atau "dimuliakan" pada salib. Yesus tidak terlebih dahulu direndahkan dan dihina pada salib. 

Yesus ditinggikan dan dimuliakan pada salib itu menyelamatkan, seperti yang Dia katakan: Apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku (Yoh. 12:32) dan kematian Yesus di salib adalah peralihan-Nya dari dunia ini kepada Bapa (bdk Yoh. 13:1a) 

Sebagai bentuk aktualisasi makna di atas, banyak orang Katolik  menempatkan atau menggantung Salib di rumah sebagai tanda cinta untuk mengingat dan merasakan (compassion)  pengorbanan Yesus di Salib. Penempatan Salib cenderung di tempat yang tinggi atau juga strategis ini, menandakan Dia sebagai bagian terpenting dalam hidup kita. Karena melalui Salib, kita diselamatkan serta ditebus dari semua dosa dan segala kuasa roh jahat. Bahkan beberapa orang percaya, Salib dapat menangkal segala kuasa roh jahat, namun tidak kemudian dijadikan sejenis "jimat", tetapi lebih sebagai spiritualitas akan Keagungan dan Kemuliaan  Yesus yang terkandung dan terpancar dari Salib tersebut.

Hari ini Gereja merayakan pesta Salib Suci. Marilah kita bersukacita dan yakin Salib Yesus  memiliki kuat kuasa dan membawa keselamatan Allah bagi kehidupan kita. Sudah sejauh mana kita memahami, menghayati, dan menghidupi Salib Yesus? Salib membawa kita lebih tekun dalam doa dan percaya sepenuh hati akan penyelenggaraan Ilahi. Selain itu sudahkah kita, lebih berani dan terbuka mewartakan Salib yang adalah tanda belas kasih dan cinta kasih sempurna Allah dalam kehidupan kita bagi sesama di sekitar kita?


Doa:

Bapa yang Maharahim, bimbinglah hamba-Mu ini untuk membuka hati ketika meninggikan dan memanggul salib kehidupan ini dengan tulus, jujur, dan berani bertanggung jawab tanpa mengeluh di kala melaksanakan tugas pelayanan bagi sesama yang disertai dengan tidak jemu-jemu berdoa. Amin.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah