(Renungan) Bergaullah dengan Orang yang Mengasihi Kristus

Bergaullah dengan Orang yang Mengasihi Kristus
(Sylvia M. Djatisutikno)


Demikian juga dilakukannya bagi semua istrinya, orang-orang asing itu, 
yang mempersembahkan korban ukupan dan korban sembelihan kepada allah-allah mereka
(1Raj. 11:8)


Kalender Liturgi Kamis, 8 Februari 2024
Bacaan Pertama : 1Raj. 11:4-13
Mazmur Tanggapan : Mzm. 106: 3-4. 35-36. 37. 40
Bacaan Injil : Mrk. 7:24-30


Daud, ayah Salomo hidupnya sangat diberkati dan dekat dengan Tuhan. Karena itu Daud ingin anak-anaknya juga berbuat demikian. Ketika Daud telah lanjut usia, ia mengatakan kepada Batsyeba: “Pada hari ini aku akan melaksanakan apa yang kujanjikan kepadamu demi Tuhan, Allah Israel, dengan sumpah ini: Anakmu Salomo akan menjadi raja sesudah aku dan dialah yang akan duduk di atas takhtaku menggantikan aku.” (1Raj. 1:30) 

Lalu pada suatu malam, Allah menampakkan diri kepada Salomo dan menanyakan apa yang Salomo kehendaki. Salomo menjawab, ia meminta hikmat dan pengertian. Permohonan Salomo dikabulkan Allah. 

Kemudian, Allah datang kembali yang kedua kalinya kepada Salomo. Allah mengatakan, jika Salomo hidup dengan tulus hati dan benar, berbuat sesuai yang Tuhan perintahkan, mengikuti segala peraturan Allah, maka Allah akan meneguhkan tahtanya selama-lamanya. Namun jika ia berbalik dari Allah, tidak melakukan perintah dan ketetapan Tuhan dan pergi beribadah serta sujud kepada allah lain, maka Allah akan melenyapkan orang Israel, mereka akan dibuang (1Raj. 9:4-7).

Allah juga berpesan, jangan bergaul dengan perempuan asing, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka. (1Raj. 11:2) Tetapi perkataan Allah diabaikan. Setelah sekian lama menjadi raja, Salomo terpaut hatinya dengan banyak perempuan asing, dan menjadikan mereka sebagai istri-istri. Sejak itulah Salomo mulai mengikuti allah lain, Salomo tidak lagi menyembah Allah. Hal ini sungguh membuat Allah bersedih karena Salomo tidak mau taat kepada Allah. Maka Allah mengoyakkan dan mencerai-beraikan kerajaannya, saat pemerintahan anaknya, Rehabeam.

Kejadian tentang kejatuhan kerajaan Salomo, memberi kita permenungan yang sangat penting dalam hidup kita. Bahwa kita harus memperhatikan dengan siapa kita bergaul. Karena pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik (1Kor. 15:33).

Seperti yang juga dikatakan oleh St. Teresa Avila: “Hindari bergaul dengan orang yang “jahat” atau “biasa-biasa saja”. Sebaliknya, bergaullah dengan orang-orang yang mengejar Kristus.”


Doa: 

Bapa, mengikuti kisah Salomo, mengajarkan kami untuk selalu mengutamakan Engkau dalam hidup kami. Bukanlah melekat kepada harta, jabatan, atau nafsu. Karena itu semua akan menggiring kami kepada kematian. Berjalan bersama-Mu, pasti kami hidup, namun menjauh dari-Mu, kami menjadi hilang dan musnah. Bapa, bantu kami untuk terus melekat kepada-Mu. Amin.  

https://pelitakaki.com/wp-content/uploads/2022/01/WhatsApp-Image-2022-01-10-at-04.36.32.jpeg

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah