(Renungan) Mau Mengalami Mukjizat?
Mau Mengalami Mukjizat?
(Isye Iriani)
Kalender Liturgi Senin, 5 Februari 2024
Bacaan Pertama : 1Raj. 8:1-7,9-13
Mazmur Tanggapan : Mzm. 132:6-7. 8-10
Bacaan Injil : Mrk. 6:53-56
(Isye Iriani)
Ke mana pun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.
(Mrk. 6:56)
Kalender Liturgi Senin, 5 Februari 2024
Bacaan Pertama : 1Raj. 8:1-7,9-13
Mazmur Tanggapan : Mzm. 132:6-7. 8-10
Bacaan Injil : Mrk. 6:53-56
Injil Markus lebih banyak merekam kejadian daripada pengajaran Yesus. Dalam pasal 6 banyak hal terjadi, mulai Yesus ditolak di kampung halaman-Nya, Yesus mengutus 12 murid, Yesus memberi makan lima ribu orang dan juga mukjizat penyembuhan. Tujuan utama Markus adalah memberitakan bahwa Yesus adalah Tuhan.
Walau Yesus telah membuat banyak tanda berupa mukjizat, namun tidak semua orang percaya keselamatan yang ditawarkan oleh Yesus. Sampai hari ini sebagian orang Yahudi tidak menerima Yesus sebagai Allah penyelamat.
Di jaman now, masih pentingkah mukjizat? Mungkin tidak, yang pasti iman dan taat pada firman-Nyalah yang menyelamatkan. Meskipun sejujurnya saya masih mengharapkan mukjizat.
Pada tanggal 2 Januari 2024, terjadi tabrakan di landasan pacu Haneda-Jepang, antara Airbus A350 (penerbangan JAL516), dengan pesawat penjaga pantai (P3). Kedua pesawat terbakar. Lima dari enam kru P3 tewas. Sedangkan 379 kru dan penumpang JAL516 semua selamat melalui evakuasi 90 detik dalam keadaan separuh pesawat terbakar dan patah. Pengamat mengatakan disiplin, ketaatan penumpang, dan ketrampilan para kru menjadi faktor penting, namun semua pun mengakui ini adalah mukjizat. Tuhan mendengar doa dari banyak orang saat itu.
Saya teringat, ada pesawat lokal berdurasi terbang kurang dari sejam, jatuh, dan menewaskan seluruh penumpangnya. Tidak adakah orang percaya yang berdoa sebelum pesawat diterbangkan? Waktu itu saya sempat terhenyak, sebelum tanpa sadar “nangis bombai”. Suara Roh Kudus seperti mengingatkan: “Jarak pendek ya, nak?” Itu memang penerbangan yang sering saya jalani, dan selalu “take it for granted”, semua pasti akan berjalan aman, sehingga doa tidak terpikirkan.
Saat meminta ampun, saya diingatkan sebuah firman, “Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.” (Mzm. 34:8). Apa maksudnya takut akan Dia? The Amplified mengartikan: orang yang menyembah dan memuji Tuhan dengan kekaguman kepada-Nya.
Mau mengalami mukjizat dan kelegaan? Mari kenali Dia dan biarkan hati tertuju pada-Nya, hati yang mengagumi dan menyembah-Nya.
Doa:
Tuhan, terima kasih untuk teguran-Mu atas kekurangtaatanku. Ajari aku untuk menyempurnakan iman dan terus dimampukan melakukan firman-Mu. Hanya itu bisa memberiku mukjizat dan yang membawa aku pada keselamatan kekal. Amin.
https://asset-2.tstatic.net/manado/foto/bank/images/Kisah-Seorang-Perempuan-yang-Sembuh-Usai-Pegang-Jumbai-Jubah-Yesus.jpg

Komentar
Posting Komentar