(Renungan) Dia Pasti Mencukupkan

Dia Pasti Mencukupkan
(Ruth Solaiman)   


Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawan-lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
(Mzm. 23:5)


Kalender Liturgi Sabtu, 8 Februari 2025
Bacaan Pertama : Ibr. 13:15-17. 20-21
Mazmur Tanggapan : Mzm. 23:1-3a. 3b-4. 5. 6
Bacaan Injil : Mrk. 6:30-34


Kitab Mazmur amat menarik, karena merupakan kitab terpanjang dalam Alkitab. Mazmur ditulis di awal sejarah Israel dan sebagian sesudah masa pembuangan di Babel. Raja Daud memerintah Israel sekitar tahun 1010-970 SM, di mana 73 bab Kitab Mazmur menyebutkan Daud sebagai penulisnya, sehingga sering disebut Mazmur Daud. Mazmur 23 bercerita mengenai gembala yang baik, karena pada saat itu raja disamakan dengan gembala yang bertanggung jawab untuk melindungi rakyatnya, menyediakan makanan dan perlindungan.

Bagaimana pengertian gembala pada zaman sekarang, di mana sebagian besar dari kita tidak mengenal kehidupan gembala? Hal ini mengingatkanku pada cerita seorang sahabat yang hidup dengan KDRT. Suatu ketika, pada saat anaknya dirawat di ICU, suaminya menguras habis isi rumah dan pergi meninggalkannya dengan tiga anak begitu saja. 

Pada suatu hari di tanggal tua 24 November 2024, uang di tangannya hanya tersisa 25 ribu rupiah, sedangkan ia masih harus memberi makan mereka sekeluarga. Dalam kegalauan yang luar biasa, sahabatku masih mengikuti latihan koor. Namun dalam hatinya, ia memohon dengan amat sangat agar Tuhan memberikannya uang 200 ribu rupiah saja untuk menghidupi mereka sampai ia menerima gaji.  

Mazmur 23:5 sungguh nyata bagi sahabatku. Malam harinya, sahabatku menerima transfer uang masuk ke rekeningnya dengan nilai yang mencukupkannya untuk membayar tunggakan uang sekolah selama 6 bulan dan uang pangkal bagi anak bungsu yang masuk SMP. Tidak hanya secara harafiah ayat ini berkata tentang hidangan/makanan. Tapi Tuhan Sang Gembala Agung mencukupkan lebih dari sekedar makanan, yaitu terutama rasa aman karena yakin bahwa Allah akan selalu memelihara kita dengan cara-Nya.

Siapakah para malaikat yang dikirim Gembala Agung untuk mentransfer uang? Mereka adalah para sahabat yang mengumpulkan dana. Mereka melakukan hal tersebut karena mereka menghayati ayat yang tertera pada bacaan pertama Ibrani 13:16, Janganlah kamu lalai untuk berbuat baik dan memberi bantuan, sebab kurban-kurban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah. 

Dari cerita ini, pengertian gembala pada zaman dahulu masih sama sampai sekarang. Maukah kita menyerahkan seluruh hidup kita pada Sang Gembala Agung? 

Doa:
Tuhan Yesus Sang Gembala Agung, kami bersyukur untuk terus diingatkan, bahwa Engkau adalah sungguh gembala kami dahulu dan selama-lamanya. Bukakan mata batin kami untuk sungguh menyerahkan diri kami seutuhnya pada bimbingan-Mu dan ingatkan kami untuk selalu terbuka untuk berbuat baik. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Percaya meski Belum Melihat

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah