(Renungan) Taat dan Iman

Taat dan Iman
(Grace A.S.)


Simon menjawab: "Guru, sepanjang malam kami telah bekerja keras, tetapi tidak menangkap apa-apa. Namun, karena perkataan-Mu itu, aku akan menebarkan jala." 
(Luk. 5:5)


Kalender Liturgi Minggu, 9 Februari 2025
Bacaan Pertama : Yes. 6:1-2a,3-8
Mazmur Tanggapan : Mzm. 138:1-2a. 2bc-3. 4-5. 7c-8
Bacaan Kedua : 1Kor. 15:1-11
Bacaan Injil : Luk. 5:1-11


Dalam bacaan Injil hari ini, dikisahkan Tuhan Yesus mengajar banyak orang dari atas perahu Simon. Selesai mengajar, Yesus meminta Simon berlayar ke danau yang dalam untuk menebar jala. Simon yang adalah nelayan kawakan, menuruti walau dengan keraguan dalam hatinya. Tak dinyana, mereka berhasil menangkap banyak ikan, hingga jala mereka mulai koyak. Mereka pun membagikan berkat ini dengan memanggil perahu lain dan kedua perahu akhirnya penuh dengan ikan hingga hampir tenggelam.

Kegagalan, pasti kita semua sudah pernah mengalaminya; baik dalam studi, usaha, pekerjaan dan aspek lain di kehidupan sehari-hari. Awal Desember 2024 saya mengalami hal tersebut. Pada waktu saya menghadap atasan untuk penandatanganan dokumen, sekaligus hendak mengajukan cuti untuk beribadah. Saya mendapatkan berita bahwa kontrak kerja saya akan diakhiri. Selain merasa sangat sedih, kecewa dan gagal dalam pekerjaan, saya juga merasa sakit hati. Walaupun demikian, saya sampaikan kepada atasan bahwa saya menerima keputusan manajemen. Dalam hati saya hanya berdoa, jika ini yang Tuhan mau, maka saya akan menerimanya.

Segera saya mencari lowongan kerja baru, merevisi surat lamaran kerja yang lama, sembari berdiskusi dengan keluarga. Suatu hari saya berbincang dengan teman baik yang mengirimkan pesanan katering saya. Saat berbincang-bincang, saya memberanikan diri menceritakan masalah ini. Teman itu lalu memberikan info ada satu lowongan pekerjaan. Saya pun mengirimkan surat lamaran ke sana. Beberapa hari kemudian saya mendapat jawaban untuk memulai proses wawancara dan lain-lain. Akhirnya pada akhir Desember tahun lalu, saya mendapatkan pekerjaan itu. 

Simon Petrus yang berpengalaman sebagai nelayan, memiliki keraguan untuk melaksanakan perintah Yesus. Namun Simon Petrus tetap menuruti perintah Yesus, berlayar ke danau yang dalam, menebar jala dan Tuhan Yesus menggenapi janji-Nya dengan ikan yang berlimpah. 

Saya percaya bahwa Tuhan mempunyai rencana yang baik dan indah untuk kita semua. Semuanya dikembalikan lagi kepada kita, apakah kita mau mengikuti dan percaya sepenuhnya kepada Dia? 

Doa:
Allah Bapa Yang Maha Baik dan Maha Rahim. Kemurahan-Mu selalu berlimpah bagi kami. Kami tidak mengetahui rencana yang Kau siapkan bagi hidup kami. Tapi kami percaya bahwa Engkau selalu beserta kami dan melindungi kami. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Percaya meski Belum Melihat

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah