(Renungan) Bapa Maha Tahu, Mengapa Kita Masih Khawatir?
Bapa Maha Tahu, Mengapa Kita Masih Khawatir?
(Vin D.G.)
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, padahal Bapamu yang di surga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
(Mat. 6:32)
Kalender Liturgi Sabtu, 20 Juni 2026
Bacaan Pertama: 2Taw. 24:17-25
Mazmur Tanggapan: Mzm. 89:4-5.29-30.31-32.33-34
Bacaan Injil: Mat. 6:24-34
Kita sering mendengar ucapan: khawatir itu wajar, asalkan tidak berlebihan. Manusia hidup pasti mempunyai kekhawatiran, karena sadar adanya ketidakpastian dan ketidaktahuan apa yang akan terjadi, walau satu detik ke depan.
Namun dewasa ini, banyak orang mengalami kekhawatiran yang berlebihan, dikenal sebagai Generalized Anxiety Disorder. GAD secara medis berdampak negatif untuk kesehatan, baik pikiran maupun tubuh.
Dalam Injil Mat. 6:24-34 Yesus mengingatkan bahwa kita tidak perlu khawatir tentang hari esok, karena hari esok mempunyai kekhawatirannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Yang terpenting adalah carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya. Perikop ini sungguh menguatkan iman, bahwa Allah Bapa di surga tahu apa yang menjadi keperluan dalam kehidupan kita dari hari ke hari. Apakah kita masih perlu khawatir dalam kehidupan ini?
Sepuluh tahun silam, saya pernah mengalami kekhawatiran yang cukup intens, namun kekhawatiran ini menambah pertumbuhan imanku.
Ketika itu mama mertua, yang sudah lama sakit, menyampaikan keinginannya untuk mengunjungi adik ipar di luar kota. Reaksi saya saat mendengarnya bercampur aduk. Antara senang karena terbuka kesempatan untuk mengajaknya sebelum kondisi kesehatannya semakin memburuk, namun di sisi lain ada kekhawatiran yang berkecamuk dalam pikiran dan perasaan saya. “Mampukah saya untuk mengajaknya ke luar kota dengan menggunakan pesawat terbang? Apakah mama mertua akan sanggup melewati durasi perjalanan yang pasti akan sangat melelahkannya karena kondisi kesehatannya yang tidak prima?” dll.
Pagi hari sebagaimana biasanya, sebelum membaca firman Tuhan, saya berdoa. Saya haturkan kepada-Nya semua kekhawatiran saya, untuk mengajak mama mertua ke luar kota. Ketika doa selesai dan halaman Alkitab saya buka, ayat pertama yang muncul: "Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat." (Matius 10:7)
Saya merasakan kekhawatiran langsung lenyap, dalam hati berkata, “Tuhan Yesus hanya sedekat doa, mengapa saya masih khawatir?” Di sinilah bibit imanku bertambah. Saya bersujud dan bersyukur kepada Tuhan Yesus “Engkau Tuhan Yesusku yang hidup.”
Doa:
Allah Bapa Yang Maha Pengasih, puji dan syukur karena kasih setia-Mu yang menyatu dalam kami. Engkaulah yang mencukupkan semua kebutuhan hidup manusia. Mohon ampun, ya Allah Bapa atas kerapuhan kami yang masih sering khawatir dalam perjalanan kehidupan ini. Kuatkanlah iman kami agar mampu bersandar dan berserah kepada-Mu, sehingga perjalanan hidup kami adalah cerminan Kasih-Mu. Amin.

Komentar
Posting Komentar