(Renungan) Apa yang Kamu Katakan, akan Dikaruniakan Kepadamu
Apa yang Kamu Katakan, akan Dikaruniakan Kepadamu
(Irene Sri Handayani)
(Irene Sri Handayani)
Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah khawatir tentang bagaimana dan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
(Mat. 10:19)
Bacaan Pertama: Hos 14:2-10
Mazmur Tanggapan: Mzm. 51:3-4.8-9.12-13.14.17
Bacaan injil: Mat. 10:16-23
Para murid diutus dalam situasi yang tidak mudah, bahkan penuh bahaya. Nyawa mereka pun menjadi taruhan, seperti domba yang diutus ke tengah-tengah serigala (Mat. 10:16). Namun, seberat apa pun tugas perutusan itu, para murid tidak perlu takut. Tuhan sendiri berjanji, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (lih. Mat. 28:20). Selain itu, Ia juga mengaruniakan Roh Kudus yang akan menolong mereka berkata-kata, memberi hikmat, serta menguatkan mereka dalam menjalankan tugas perutusan. Seperti yang terjadi pada hari Pentakosta, ketika Roh Kudus dicurahkan sehingga para murid memperoleh keberanian dan kuasa untuk menjadi saksi Kristus (lih. Kis. 1:8).
Maka, para murid dan juga kita pada zaman ini, diajak untuk selalu membuka diri terhadap tuntunan dan kekuatan Roh Kudus. Kita juga diharapkan untuk menjadi 'cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati', menggunakan akal budi agar tidak terjebak dalam menyesatkan, namun tetap memiliki hati untuk membawa kehidupan bagi sesama.
Sebagai pengikut Kristus, kita perlu peka terhadap berbagai 'musuh' yang berusaha menjauhkan kita sebagai murid-Nya. Musuh itu tidak selalu datang dari luar, tetapi sering kali muncul dari dalam diri sendiri, berupa godaan untuk mengikuti arus zaman yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.
Saya teringat sebuah pengalaman ketika masih membantu menjaga toko. Suatu hari, seorang pemasok yang sudah cukup akrab dengan saya bercerita bahwa ia telah berpisah ranjang dengan istrinya. Saya sangat terkejut. Saat itu saya masih muda dan bingung harus mengatakan apa. Di tengah percakapan itu, saya hanya bisa berdoa dalam hati, memohon agar Tuhan membimbing saya dan memberikan kata-kata yang tepat untuk menguatkannya.
Ketika kami kembali bertemu, ia datang dengan wajah ceria. Ia berkata bahwa dirinya dan istrinya sudah kembali pergi bersama ke gereja. Duh, saya merasa gembira sekali. Waktu itu saya merasa kok doa saya manjur sekali. Tuhan memakai siapa saja yang mau percaya dan mengandalkan-Nya. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita memberi ruang bagi Roh Kudus?
Doa:
Tuhan, meskipun tantangan menjadi murid-Mu semakin berat, namun kami percaya bahwa Engkau akan membantu dan memampukan kami untuk menjadi saksi-Mu. Bantulah kami agar tidak mengandalkan kekuatan sendiri, namun karuniakanlah Roh Kudus-Mu. Amin.
Tuhan, meskipun tantangan menjadi murid-Mu semakin berat, namun kami percaya bahwa Engkau akan membantu dan memampukan kami untuk menjadi saksi-Mu. Bantulah kami agar tidak mengandalkan kekuatan sendiri, namun karuniakanlah Roh Kudus-Mu. Amin.

Komentar
Posting Komentar