(Renungan) Berjuanglah Terus dalam Kebenaran

Berjuanglah Terus dalam Kebenaran
(Gregorius Suyanto Utomo)

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan keadilan itu menang. 
(Mat. 12:20)

Kalender Liturgi Sabtu, 18 Juli 2026
Bacaan Pertama: Mi. 2:1-5
Mazmur Tanggapan: Mzm. 10: 1-2.3-4.7-8.14
Bacaan Injil: Mat. 12:14-21

Berbuat kebaikan dan kebenaran tidak selalu mendapat penghargaan. Bisa terjadi perbuatan yang kita lakukan menyebabkan ada pihak yang merasa dirugikan. Mereka bisa saja berusaha menghentikan usaha kita tersebut, atau bahkan berusaha membinasakan kita.

Hal ini seperti yang dilakukan orang-orang Farisi yang  kerap berselisih paham dengan Tuhan Yesus. Mereka tidak lagi peduli dengan kebenaran dan belas kasih, Mereka pun membuat rencana membunuh Tuhan Yesus setelah menyembuhkan orang pada hari Sabat. 

Pak Yanto, baru bergabung sebagai manajer operasi di sebuah perusahaan. Ia melihat di dalam perusahaan tersebut ada korupsi. Pengadaan barang dan jasa selalu diambil dari pihak yang sama tanpa proses pemilihan. Kelihatannya pekerjaan menjadi lancar karena tidak perlu melalui prosedur yang panjang. Ia  berusaha menertibkan dengan mempertanyakan dokumen-dokumen pendukung serta bukti-bukti proses pengadaan. 

Atas tindakannya, pejabat lama sebut saja Pak Yaman, secara diam-diam melakukan fitnah yang masif terhadap Pak Yanto. Pegawai-pegawai yang bekerja di bawah pimpinan Pak Yanto dihasut. Aduan-aduan palsu bahwa Pak Yanto tidak bisa kerja, menghambat operasi lapangan, dan sebagainya disampaikan secara rahasia kepada CEO yang mempercayainya. 

Suatu hari, salah seorang yang dihasut menyadari akan situasi yang sebenarnya dan melapor kepada Pak Yanto. Barulah pak Yanto mengetahui apa yang sebenarnya sedang dilakukan orang terhadap dirinya. Ia tidak membuat pembalasan apa pun kepada Pak Yaman yang berlaku jahat terhadap dirinya. Namun, dengan kesadaran membereskan cara kerja dan tetap menghentikan kecurangan walaupun ditekan dan fasiltas kantornya dikurangi oleh CEO. 

Dalam hal ini pak Yanto seperti menjadi ‘buluh yang terkulai dan sumbu yang memudar’. Pada akhirnya, pihak pemilik menjual perusahaan tersebut. Pemilik baru mengganti CEO, dan kemudian Pak Yaman keluar dari perusahaan itu.

Tuhan Yesus  tidak membiarkan umat yang dianiaya tertindas. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan keadilan itu menang. (Mat. 12:20). 

Marilah kita tetap teguh dalam memperjuangkan kebenaran. Tuhan Yesus senantiasa menyertai dan tidak akan membiarkan kita berjuang sendirian. 

Doa:
Ya Tuhan Yang Maha Baik, mampukanlah kami membaca situasi ketika orang tidak senang terhadap kami, dan ajarilah kami bersikap dan bertindak dalam menghadapi situasi tersebut. Amin.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Percaya meski Belum Melihat

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah