(Renungan) Energi Baru, Sambut Semua yang Baru

Energi Baru, Sambut Semua yang Baru
(Verena Istudiyanti Priatmi)

"Begitu pula anggur yang baru tidak dituang ke dalam kantong kulit yang lama, karena jika demikian, kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur.  Namun, anggur yang baru dituang ke dalam kantong yang baru, maka terpeliharalah keduanya."
(Mat. 9:17)

Kalender Liturgi Sabtu, 4 Juli 2026
Bacaan Pertama: Am. 9:11-15
Mazmur Tanggapan: Mzm 85: 9.11-12.13-14
Bacaan Injil: Mat. 9:14-17

Untuk mengikuti jalan Yesus sebagai orang Kristiani, kita harus memiliki keutamaan, yakni iman, pengharapan, dan kasih. Semua itu memerlukan tindakan yang konkret, konsisten dan disiplin. Kita percaya jalan pilihan-Nya memerlukan revolusi fisik dan batin dari para pengikut-Nya. Revolusi yang dimaksud adalah membuang semua kebiasaan lama dan mengikuti tuntunan baru yang sesuai jalan Yesus. Revolusi fisik dan batin dengan membuka hati akan tuntunan baru dari Tuhan, yang akan membentuk hati, pikiran, dan kehendak kita.

Yesus menggunakan perumpamaan sederhana, yakni "Anggur yang baru harus ditaruh di dalam kantong yang baru" mengingatkan kita untuk berevolusi menjadi baru dan membuang semua yang lama termasuk kebiasaan lama atau tata kehidupan yang buruk.

Veronica adalah pengusaha muda yang terbiasa menghabiskan akhir minggu bersama teman-temannya sesama pengusaha, berpindah dari kafe ke kafe sebagai pelepasan penat dan stress. Pulang larut malam bahkan hingga dini hari, rokok, alkohol, dan pergaulan hedonis menjadi gaya hidupnya. Semua berubah saat Veronica berjumpa dengan sahabatnya semasa sekolah dasar, yang menjadi biarawati dan mengajaknya berkunjung ke biara tarekatnya. Veronica merasakan kenyamanan yang berbeda dibanding gaya hidupnya selama ini. Kenyamanan dalam kesederhanaan yang terwakili dalam kata 'cukup'. Kontemplasi selama 3 hari 2 malam menyadarkannya, ada jalan yang lebih hakiki, yakni jalan-Nya yang menjanjikan kedamaian hidup dalam kesederhanaan. 

Veronica melakukan revolusi fisik dan batin dalam dirinya, mengikuti jalan Yesus yang sederhana, namun menorehkan nilai mendalam saat menjalani kehidupan modern yang laksana roller coaster. Veronica merasakan energi baru, siap menyambut gaya hidup baru dan membuang gaya hidupnya yang lama. Energi baru perlu hati dan pikiran yang baru.  

Kita harus meminta kepada Tuhan 'kantong baru' untuk menjadikan hati kita lembut, lentur, rendah hati siap dibentuk. Dengan demikian, Tuhan akan mencurahkan anggur baru-Nya sehingga hidup kita menjadi berkat bagi sesama di sekitar kita. 

Doa:
Tuhan Yang Maha Pengasih, terima kasih atas kesempatan yang telah Engkau berikan kepada kami untuk berubah ke arah yang lebih baik. Mampukan kami untuk terus mengikuti jalan-Mu. Amin. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah

(Renungan) Percaya meski Belum Melihat