(Renungan) Kesabaran Allah
Kesabaran Allah
(Ari Susanto)
(Ari Susanto)
“Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."
(Mat. 13:30)
Kalender Liturgi Minggu, 19 Juli 2026
Bacaan Pertama: Keb. 12:13.16-19
Mazmur Tanggapan: Mzm. 86:5-6.9-10.15-16a
Bacaan Kedua: Rm. 8:26 - 27
Bacaan Injil: Mat. 13: 24 - 43
Dalam bacaan Minggu ini Yesus mengajar tentang Kerajaan Surga dengan perumpamaan, yakni lalang dan gandum, biji sesawi dan ragi supaya mudah dimengerti oleh para murid. Dalam perumpamaan lalang dan gandum, Allah menciptakan segala sesuatu di dunia ini baik adanya, namun sebaliknya iblis memberikan hal yang jahat. Namun Allah membiarkannya tumbuh bersama, menunggu sampai akhir zaman. Demikian juga dengan perumpamaan biji sesawi dan ragi, Allah setia menunggu hingga keduanya bermakna bagi yang lain. Pengajaran Yesus dengan perumpamaan kepada para murid ini adalah penggenapan apa yang telah dinubuatkan oleh para nabi. (bdk.Mat.13:35)
Bacaan Pertama: Keb. 12:13.16-19
Mazmur Tanggapan: Mzm. 86:5-6.9-10.15-16a
Bacaan Kedua: Rm. 8:26 - 27
Bacaan Injil: Mat. 13: 24 - 43
Dalam bacaan Minggu ini Yesus mengajar tentang Kerajaan Surga dengan perumpamaan, yakni lalang dan gandum, biji sesawi dan ragi supaya mudah dimengerti oleh para murid. Dalam perumpamaan lalang dan gandum, Allah menciptakan segala sesuatu di dunia ini baik adanya, namun sebaliknya iblis memberikan hal yang jahat. Namun Allah membiarkannya tumbuh bersama, menunggu sampai akhir zaman. Demikian juga dengan perumpamaan biji sesawi dan ragi, Allah setia menunggu hingga keduanya bermakna bagi yang lain. Pengajaran Yesus dengan perumpamaan kepada para murid ini adalah penggenapan apa yang telah dinubuatkan oleh para nabi. (bdk.Mat.13:35)
Dari ketiga perumpamaan ini, Yesus menegaskan kesabaran Allah terhadap ciptaan-Nya. Meskipun pada akhir zaman Allah akan mengadili dan mencampakan semua yang melakukan kejahatan kedalam dapur api, namun Ia lakukan dengan belas kasih. Seperti yang tertulis dalam Kitab Kebijaksanaan Salomo, "Tetapi Engkau, Penguasa yang kuat mengadili dengan belas kasihan.." (bdk. Keb.12:18). Hal Kerajaan Surga, Allah yang berdaulat memperkenankan siapa saja yang masuk atau dicampakan ke dalam api abadi.
Pada saat libur panjang semua jalan menuju tempat wisata penuh dengan kendaraan. Saya pernah terjebak kemacetan dengan adanya kebijakan jalan satu arah, namun banyak orang yang menawarkan jasa memandu lewat jalur alternatif. Sebab kesabaran saya yang tipis, saya menggunakan jasa tersebut, harapannya agar lebih cepat sampai ke tujuan. Namun justru makin lambat dan tiap jengkal jalan harus membayar pak ogah. Rupanya keputusan apa pun yang saya ambil, menjadikan saya harus siap menikmati hasilnya. Demikian Allah tidak menghakimi kita, namun justru pilihan kita yang menghakimi diri kita sendiri. Maka pilihlah mengikuti Kristus untuk mendapatkan keselamatan, sebab jika tidak memilih-Nya siap dicampakan ke dalam api.
Marilah kita sadari dengan mengikuti Kristus, iman kita semakin diteguhkan. Sebab kita adalah manusia yang berdosa, yang berkat belas kasih Allah melalui putera tunggal-Nya kita diselamatkan. Apakah kita sudah memahami dan menghayati berkat dan rahmat-Nya dalam hidup kita?
Doa:
Ya Allah yang bertahta dalam Kerajaan Surga, curahkanlah rahmat-Mu kepada kami agar mampu untuk rendah hati dan bersyukur atas belas kasihan-Mu yang menyelamatkan kami. Amin.
Doa:
Ya Allah yang bertahta dalam Kerajaan Surga, curahkanlah rahmat-Mu kepada kami agar mampu untuk rendah hati dan bersyukur atas belas kasihan-Mu yang menyelamatkan kami. Amin.

Komentar
Posting Komentar