(Renungan) Minta Tanda
Minta Tanda
(Ari Susanto)
(Ari Susanto)
Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus, "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari Engkau."
(Mat. 12:38)
Kalender Liturgi Senin, 20 Juli 2026
Bacaan Pertama: Mi 6:1-4,6-8
Mazmur Tanggapan: Mzm 50: 5-6.8-9.16bc-17.21.23
Bacaan Injil: Mat. 12: 38-42
Bacaan Pertama: Mi 6:1-4,6-8
Mazmur Tanggapan: Mzm 50: 5-6.8-9.16bc-17.21.23
Bacaan Injil: Mat. 12: 38-42
Orang Farisi dan beberapa ahli Taurat meminta tanda dari Yesus. Padahal sebelumnya Yesus telah melakukan banyak mukjizat: menyembuhkan orang kerasukan setan yang buta dan bisu, memulihkan tangan yang mati sebelah, serta berbagai perbuatan ajaib lainnya. Namun mereka tetap belum percaya dan masih menuntut tanda. Permintaan ini tentu menyakitkan hati Yesus, sebab menunjukkan keraguan dan penolakan terhadap karya Allah yang nyata di tengah mereka.
Yesus tidak serta merta menolak permintaan itu. Ia menunjuk pada 'tanda nabi Yunus'. Penduduk Niniwe, yang bukan bagian dari umat pilihan, justru percaya ketika mendengar seruan Yunus dan mereka bertobat. Demikian pula ratu dari Selatan rela datang jauh-jauh untuk mendengarkan hikmat Salomo. Kedua contoh ini menegaskan bahwa bangsa asing mampu membuka hati, sementara orang Yahudi yang hidup di wilayah pewahyuan Allah justru menolak.
Ketidakpercayaan mereka sungguh ironis. Mereka buta mata hati dan tidak mampu melihat Yesus sebagai tanda kehadiran Allah sendiri. Padahal Yesus jauh lebih besar daripada Yunus maupun Salomo. Tanda terbesar yang Ia maksud adalah kematian dan kebangkitan-Nya, karya keselamatan yang melampaui segala mukjizat lahiriah.
Seorang romo pernah menyinggung hal serupa dalam Perayaan Ekaristi arwah. Ia bertanya: sampai berapa lama kita mendoakan orang yang sudah meninggal, dan apakah tanda bahwa mereka sudah bahagia di surga? Jawabannya sederhana: doa bagi arwah bukan soal durasi, melainkan tanda kasih dan perhatian kita sebagai peziarah di dunia. Doa adalah ungkapan iman, bukan pencarian bukti.
Pesan Injil ini mengajak kita untuk memeriksa motivasi iman. Apakah kita percaya karena sungguh mengenal Kristus, atau masih menuntut tanda sesuai keinginan kita? Kebangkitan Yesus adalah tanda terbesar yang seharusnya menjadi dasar iman.
Sebagai pengikut Kristus, marilah kita menyadari berkat Allah yang berlimpah sepanjang hidup kita. Jangan lagi menuntut tanda, melainkan percaya penuh, bertobat, dan menjadi saksi nyata akan kebaikan serta kehadiran-Nya. Maukah kita?
Doa:
Ya Allah Yang Maha Kuasa, curahkanlah rahmat-Mu kepada kami agar kami mampu membuka hati, mendengarkan Sabda-Mu dan merasakan kehadiran-Mu yang sungguh nyata dalam hidup kami. Amin.
Ya Allah Yang Maha Kuasa, curahkanlah rahmat-Mu kepada kami agar kami mampu membuka hati, mendengarkan Sabda-Mu dan merasakan kehadiran-Mu yang sungguh nyata dalam hidup kami. Amin.

Komentar
Posting Komentar