(Renungan) Namaku Ada di Hati Tuhan
Namaku Ada di Hati Tuhan
(Kresensia Aurelia Aida Kurniawan)
(Kresensia Aurelia Aida Kurniawan)
Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama, Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, lalu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,
(Mat. 10:2)
Kalender Liturgi Rabu, 8 Juli 2026
Bacaan Pertama: Hos. 10:1-3,7-8,12
Mazmur Tanggapan: Mzm. 105:2-3,4-5,6-7
Bacaan Injil: Mat. 10:1-7
Manusia diciptakan oleh Allah sebagai satu pribadi. Untuk membedakan pribadi yang satu dengan yang lain, maka diberi nama. Pada zaman Yesus, banyak guru terkemuka yang dicari orang supaya dapat menjadi muridnya. Yesus Sang Guru berbeda. Dia sendiri memilih kedua belas murid-murid-Nya (para rasul) dengan menyebut nama mereka.
Yesus terlebih dulu berdoa semalaman kepada Bapa-Nya sebelum memilih rasul-Nya. Sehingga Yesus sungguh tahu setiap pribadi mereka, apa pekerjaan mereka, sifat mereka, apa yang mereka pikirkan, pergumulan hidup mereka, termasuk apa harapan mereka di masa depan. Meskipun mereka memiliki latar belakang berbeda, tetapi Yesus memanggil kedua belas murid dengan satu tujuan perutusan, yaitu pergi kepada domba-domba Israel terhilang untuk memberitakan Kerajaan Surga telah dekat.
Selain kedua belas rasul yang disebutkan Yesus dalam bacaan Injil; dalam film serial TV, The Chosen, ada seorang murid wanita pertama yang ikut serta dalam pelayanan bersama Yesus, yaitu Maria Magdalena. Saya terkesan dengan sosok Maria Magdalena. Ia digambarkan sebagai seorang wanita yang hidup dalam penderitaan batin yang mendalam. Ia mengalami pelecehan seksual oleh prajurit Roma, setelah ayahnya meninggal dunia. Sejak itu, ia mengalami trauma, ketakutan serta tekanan emosional, membuat hidupnya tanpa arah. Karena keadaannya itu, orang-orang memanggilnya dengan nama Lilith, artinya setan perempuan.
Dalam Kitab Suci ditulis bahwa Yesus membebaskannya dari tujuh roh jahat. Yesus tahu keadaan Maria. Suatu malam Yesus mencegahnya minum minuman keras; memegang tangannya dengan penuh kasih dan memanggil nama aslinya dengan lembut, seperti ayahnya memanggil dia waktu kecil. Maria merasa untuk pertama kalinya, ia benar-benar dimengerti dan diterima tanpa dihakimi oleh masa lalunya.
Sebelum bertemu Yesus, Maria sempat membuang secarik kertas peninggalan ayahnya. Di situ tertulis Yesaya 43:1, “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau adalah milik-Ku.”
Mari kita bersyukur kepada-Nya, sebab nama kita selalu ada di hati Tuhan. Janganlah bimbang karena kita ini adalah milik-Nya.
Doa:
Ya Bapa, Engkau sungguh menghendaki kami mengenal Yesus Putera-Mu, nama yang indah dari surga. Dalam nama Yesus bertekuk lututlah segala makhluk, agar kami pun menguasai bumi dan mengajarkan firman-Mu kepada segala makhluk. Kemuliaan-Mu memenuhi seluruh bumi. Amin.
Doa:
Ya Bapa, Engkau sungguh menghendaki kami mengenal Yesus Putera-Mu, nama yang indah dari surga. Dalam nama Yesus bertekuk lututlah segala makhluk, agar kami pun menguasai bumi dan mengajarkan firman-Mu kepada segala makhluk. Kemuliaan-Mu memenuhi seluruh bumi. Amin.

Komentar
Posting Komentar