(Renungan) Pengharapan di Tengah Pergumulan
Pengharapan di Tengah Pergumulan
(July Tikilie)
(July Tikilie)
Sebab, aku yakin bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
(Rm. 8:18)
Bacaan Pertama: Yes. 55:10-11
Bacaan Kedua: Rm. 8:18-23
Mazmur Tanggapan: Mzm. 65:10abcd.10e-11.12-13.14
Bacaan Injil: Mat.13:1-23
Dalam perjalanan hidup, setiap orang pasti pernah mengalami pergumulan. Ada yang bergumul dengan masalah keluarga, kesehatan, pekerjaan, pendidikan, atau pergumulan batin yang tidak diketahui orang lain. Pada saat-saat seperti itu, sebagian mungkin bertanya kepada Tuhan, “Mengapa ini harus terjadi?” Tidak jarang manusia merasa bingung, takut, dan kehilangan arah karena beban yang harus ditanggung terasa begitu berat.
Pengalaman seperti itu pernah saya alami menjelang Paskah pada April lalu. Anak saya yang kuliah di Semarang mengalami musibah: lututnya bergeser dan harus menjalani operasi. Sebagai orang tua, hati saya sangat sedih dan khawatir. Saya ingin segera berada di sampingnya untuk mendampingi dan memberi dukungan. Namun pada saat yang sama, kondisi keuangan kami sedang menurun. Berbagai pertanyaan muncul dalam pikiran saya: bagaimana biaya operasi, bagaimana proses pemulihan, apakah semua akan berjalan baik?
Dalam doa, saya sempat bertanya kepada Tuhan, “Mengapa hal ini harus terjadi sekarang?” Semakin saya memikirkan keadaan tersebut, semakin saya merasa tidak berdaya. Semua rencana seolah berubah dalam sekejap. Namun di tengah kebingungan itu, saya belajar untuk berserah. Melalui cara yang tidak saya duga, Tuhan membuka jalan. Kebutuhan terpenuhi, saya dapat mendampingi anak, dan pemulihannya berjalan baik.
Firman Tuhan melalui Roma 8:18-23 meneguhkan, bahwa penderitaan bukanlah akhir dari perjalanan hidup. Paulus menggambarkan seluruh ciptaan sedang 'merintih' menantikan pembebasan. Seperti seorang ibu yang menanggung sakit saat melahirkan, demikian pula kita menanggung luka kehidupan dengan pengharapan akan lahirnya sukacita kekal. Kemuliaan itu bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan pertolongan Tuhan yang nyata: kekuatan untuk bertahan, damai sejahtera di tengah kesulitan, dan iman yang terus bertumbuh.
Sering kali, melalui masa-masa yang paling sulit, kita justru mengalami kasih dan penyertaan Tuhan dengan cara yang paling nyata. Mari kita tetap teguh, sabar, dan penuh pengharapan; sebab penderitaan zaman sekarang tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
Doa:
Tuhan, ajarilah kami untuk tetap percaya, ketika hidup tidak berjalan sesuai harapan kami. Saat kami merasa lemah dan tidak berdaya, mampukan kami untuk berserah kepada-Mu, dan melihat karya-Mu yang indah dalam setiap peristiwa hidup kami. Amin.
Tuhan, ajarilah kami untuk tetap percaya, ketika hidup tidak berjalan sesuai harapan kami. Saat kami merasa lemah dan tidak berdaya, mampukan kami untuk berserah kepada-Mu, dan melihat karya-Mu yang indah dalam setiap peristiwa hidup kami. Amin.

Komentar
Posting Komentar