(Renungan) Bersihkan Diri Sendiri Dahulu

Bersihkan Diri Sendiri Dahulu
(Fransiscus Haryanto)

“Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.”
(Mat. 23:26)

Kalender Liturgi Selasa, 25 Agustus 2026
Bacaan Pertama: 2Tes.2:1-3a.13b-17
Mazmur Tanggapan: Mzm. 96:10:11-12a.12b-13;R:13ab
Bacaan Injil: Mat. 23:23-26

Dalam Injil hari ini, Yesus berulang kali mengucapkan kata 'celaka' kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi karena kemunafikan mereka. Teguran keras itu bukanlah ungkapan kebencian, melainkan wujud kasih dan keprihatinan-Nya. Mereka yang seharusnya menjadi teladan, namun lebih mementingkan penampilan lahiriah daripada kemurnian hati. Mereka sangat teliti menjalankan aturan-aturan kecil, tetapi mengabaikan hal-hal yang paling penting dalam hukum Taurat, yaitu keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan.

Sebaliknya, Yesus sendiri memberikan teladan nyata tentang ketiga nilai tersebut. Sepanjang hidup-Nya, Ia menghadirkan keadilan, menunjukkan belas kasih kepada setiap orang, dan tetap setia melaksanakan kehendak Bapa. Karena kasih dan kesetiaan-Nya, Yesus rela wafat di kayu salib demi menebus dosa umat manusia.

Sabda Tuhan hari ini menjadi cermin bagi saya untuk terus membenahi diri. Dalam keterlibatan melayani Gereja, saya diingatkan agar tetap menjaga keseimbangan dengan tanggung jawab sebagai anggota keluarga. Pelayanan tidak boleh membuat saya mengabaikan kewajiban yang lain ataupun menjadi alasan untuk mencari pujian. Saya juga belajar menyelaraskan perkataan dengan perbuatan, bertumbuh dalam kerendahan hati, semakin mengasihi sesama, dan tetap setia kepada Tuhan.

Karena itu, saya membatasi keterlibatan agar tidak terjadi overload maupun terjebak dalam kesombongan rohani. Saat ini saya memilih untuk fokus melayani di dua seksi di paroki, sehingga pelayanan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan sukacita.

Santo Vinsensius a Paulo pernah berkata, "Kasih adalah menempatkan diri dalam pelayanan kepada sesama dengan rendah hati." Nasihat ini mengingatkan bahwa pelayanan yang sejati bukanlah tentang mencari pengakuan, melainkan tentang menghadirkan kasih Tuhan melalui sikap rendah hati dan ketulusan hati.

Setiap manusia secara lahiriah memang mempunyai kecenderungan haus akan pengakuan dan pujian atas apa yang dilakukannya. Namun, Yesus mengajak kita untuk terlebih dahulu membersihkan hati. Bila hati dipenuhi keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan, maka perkataan, sikap, dan tindakan kita pun akan memancarkan kebaikan (lih. ay. 26). 

Marilah kita terus berusaha menjadi murid Kristus yang sejati dengan meneladan hidup-Nya setiap hari, sehingga melalui diri kita kehendak Tuhan semakin nyata di tengah dunia.

Doa:
Allah Bapa di dalam surga, bantu kami untuk senantiasa mengedepankan keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Semoga tercipta damai dan kegembiraan di manapun kami berada. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Percaya meski Belum Melihat

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah