(Renungan) Layakkanlah Aku Hadir

Layakkanlah Aku Hadir 
(Mery Budiman)

Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu
(Mat. 22:8)

Kalender Liturgi Kamis, 20 Agustus 2026
Bacaan Pertama: Yeh. 36:23-28
Mazmur Tanggapan: Mzm. 51:12-13.14-15.
18-19
Bacaan Injil: Mat. 22:1-14

Perikop injil hari ini menegaskan bahwa siapa pun dapat ikut pesta perjamuan, tanpa terkecuali, entah itu orang berdosa maupun orang baik dan taat. Tidak ada yang memaksa orang untuk hadir, semua ditentukan oleh diri sendiri
Respon kita terhadap undangan bila ingin hadir tentunya harus mempersiapkan segala sesuatu, agar kita layak dalam perjamuan tersebut. Namun, bila tidak hadir karena tidak ada waktu dan masih banyak urusan atau masalah dengan kesibukannya, maka silakan selesaikan urusannya terlebih dahulu. 

Coba kita perhatikan juga bagaimana raja mengecam orang yang hadir dengan tidak mengenakan pakaian pesta. Oleh sebab itu, di akhir perikop Yesus mengatakan banyak yang datang tetapi sedikit yang terpilih.

Begitu pula kita umat Katolik, setiap minggu bahkan setiap hari dapat hadir dalam Perjamuan Kudus Ekaristi. Kita pun perlu mempersiapkan hati dan batin sebelum menerima komuni. Hal ini menunjukkan agar kita layak di hadapan Tuhan.

Saya teringat akan seorang teman yang ditinggalkan oleh suaminya karena lebih memilih wanita lain. Dulunya dia seorang yang aktif dalam kehidupan Gereja. Akan tetapi, sejak mengalami masalah dalam rumah tangganya, dia tidak mau lagi ikut dalam pelayanan karena merasa tidak layak. Bahkan ia juga tidak menyambut komuni setiap ke gereja karena statusnya masih menikah tetapi tidak ada suami.

Saya bertanya-tanya, apakah tindakan teman saya ini sudah benar atau karena hal lain, misalnya malu karena dengan keadaannya saat ini? Ataukah memang merasa tidak layak karena gagal dalam rumah tangga dengan status tidak jelas. Ataukah perasaannya saja yang berlebihan? Kami sebagai temannya, selalu menguatkannya agar tidak tetap di tempat itu saja, tetapi melangkah maju melihat ke depan. Mungkin bagi kita yang tidak mengalami mudah memberikan komentar, karena tidak tahu masalah apa yang berkecamuk pada dirinya. 

Marilah kita saling mendoakan untuk keluarga kita masing-masing, dan juga untuk teman yang sedang bermasalah dalam rumah tangganya.

Doa:
Allah Bapa di Surga, berikanlah Roh Kudus untuk menuntun kami agar selalu siap sedia dan layak di hadapan-Mu. Terutama bagi kami yang selalu merasa diri tidak layak untuk dapat ikut ambil bagian dalam perjamuan Ekaristi setiap hari, sehingga menjadi kekuatan, penghiburan, dan memulihkan kehidupan. Amin.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Percaya meski Belum Melihat

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah