(Renungan) Mengenal Yesus Secara Pribadi

 Mengenal Yesus Secara Pribadi
 (Yoseph dan Caroline Pandisurya)

"Menurut kamu, siapakah Aku ini?” 
(Mat. 16:15)

Kalender Liturgi Minggu, 23 Agustus 2026
Bacaan Pertama: Yes. 22:19-23
Mazmur Tanggapan: Mzm. 138:1-2a.2bc-3.6.8bc
Bacaan Kedua: Rm. 11:33-36
Bacaan Injil: Mat. 16:13-20

"Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" (Mat. 16:13). Para murid menjawab, "Yohanes Pembaptis, Elia, Yeremia, atau salah seorang nabi." Ia bertanya lagi, "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" (Mat.16:15).

Simon Petrus menjawab, "Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup." Jawaban itu bukan lahir dari kepandaian atau pengaruh orang lain, melainkan dari pewahyuan Allah Bapa. Petrus mengenal Yesus bukan hanya melalui cerita, tetapi melalui pengalaman iman yang hidup.

Kita pun sering mengenal Yesus dari khotbah, buku rohani, media sosial, atau kesaksian orang lain. Semua itu baik dan berguna, tetapi tidak cukup. Iman yang kokoh tidak dibangun hanya dari apa yang kita dengar atau lihat, melainkan dari perjumpaan pribadi dengan Kristus melalui doa, sabda Tuhan, Sakramen, dan pengalaman hidup sehari-hari.

Aku, anak bungsu dari sembilan bersaudara; dua laki-laki dan tujuh perempuan. Seluruhnya penganut agama Buddha. Aku bersekolah Katolik sejak TK, SD, hingga SMP, akrab dengan doa-doa, salib di dinding kelas, dan lagu-lagu rohani. Bagiku, selain pelajaran, benih iman Katolik juga perlahan mulai tumbuh. Kakak tertua, dialah yang pertama kali dibaptis menjadi Katolik. Bagiku, aktivitas dan sukacita yang diperolehnya sejak itu, juga ingin kudapat. Setiap minggu ada kunjungan dari Legio Maria, yang membahagiakan seisi rumah, khususnya kakak keduaku yang bisu tuli. Bagiku, itulah Injil hidup-kasih yang hadir dalam tindakan nyata.

Puncaknya, saat SMP aku diperbolehkan orang tua untuk belajar agama Katolik dan dibaptis. Bagiku, itu adalah tanda kasih yang terbesar - kebebasan untuk mencari kebenaran. Siapa Yesus buatku? "Putra Allah yang hidup, membangunkan yang jatuh, mencari yang ‘lapar’, dan menjadi kompas hidupku hingga sekarang."

Hari ini, Yesus kembali mengajukan pertanyaan yang sama "Menurut kamu, siapakah Aku ini?"

Semoga jawaban kita lahir dari hati yang sungguh mengenal, mengasihi, dan percaya kepada-Nya. Semakin kita mengenal Yesus secara pribadi, semakin hidup kita diubah untuk menjadi saksi kasih-Nya bagi dunia.

Doa:
Saat ini kami tidak bertemu secara fisik dengan-Mu Tuhan, tetapi Engkau hadir lewat pasangan hidup, anak, cucu, keluarga besar, teman-teman di lingkungan dan komunitas. Mampukan kami untuk mengenal, mengasihi, dan percaya kepada-Mu, dan menjadi saksi hidup Kasih-Mu bagi orang-orang di sekitar kami. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Percaya meski Belum Melihat

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah