(Renungan) Milik Allah atau Milik Kaisar?

Milik Allah atau Milik Kaisar?
(Leo Hans Adrianus)

Jawab mereka, “Gambar dan nama Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Berikanlah milik kaisar kepada kaisar dan milik Allah kepada Allah.” 
(Mat. 22:21)

Kalendar Liturgi Senin, 17 Agustus 2026
HR. Kemerdekaan Republik Indonesia
Bacaan Pertama: Sir.10:1-8
Mazmur Tanggapan: Mzm.101:1a.2ac.3a.6-7
Bacaan Kedua: 1Ptr. 2:13-17
Bacaan Injil: Mat. 22:15-22

Dalam bacaan Injil hari ini yang diambil dari Injil Mat. 22:15-22, dikisahkan upaya orang-orang Farisi yang bersekongkol dengan Herodian, kelompok pengumpul pajak dan pegawai Kaisar untuk menjebak Yesus. Mereka menghampiri Yesus dan mengawali percakapan dengan pujian yang nampak netral namun sebenarnya untuk membuat Yesus terjebak. Thomas Aquinas menjelaskan bahwa mereka menyamar lewat dukungan atau pujian agar pertanyaan yang mereka ajukan bersifat menjerat. Jika Yesus menjawab “Pajak harus dibayar,” mereka bisa menyerang-Nya di hadapan pihak lain. Jika Yesus menjawab “Pajak tidak boleh," maka kelompok Herodian akan menangkap Yesus.

Alih-alih menjawab pertanyaan ini, Yesus langsung membuka kedok mereka dengan pertanyaan tajam, “Mengapa kamu hendak mencobai Aku, hai orang-orang munafik?” Santo Thomas Aquinas dalam Catena Aurea menegaskan bahwa Yesus menangkap kelicikan dan mengalihkan ujian itu dengan membuat mereka sendiri memberi jawaban yang akhirnya menyegel persoalan. Sebagai pamungkas, Yesus berkata, “Berikan kepada Kaisar yang menjadi miliknya." Lalu menambahkan, “Kepada Allah yang menjadi milik Allah.” 
                                                   
Selama lebih dari 20 tahun, kami menjalankan usaha keluarga dengan membuka warung makan sederhana. Hasilnya sekedar cukup untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari dan membesarkan anak tunggal kami. Walau hanya warung sederhana, kami menerapkan pembukuan bersih dan taat memenuhi semua kewajiban pajak, bahkan sering kali lebih bayar. Walau nilainya kecil, pajak yang kami bayar ikut berkontribusi pada kesejahteraan negara tercinta ini.

Hari ini negara kita merayakan ulang tahun kemerdekaan ke-81. Dengan segala carut marut berbagai kasus mega korupsi yang saat ini sedang melanda, kita tetap perlu terus mendukung pemerintah. Mari kita mendoakan agar Allah sendiri yang menjamah hati nurani para pejabat pemerintah, agar menjalankan tugas-tugas mengelola negara ini dengan hati dan niat bersih. 

MERDEKA!!! Dirgahayu Indonesia!

Doa:
Allah Bapa Yang Maha Adil, jauhkanlah kami dari yang jahat dan tuntunlah kami untuk hidup di jalan yang benar sesuai dengan perintah-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Percaya meski Belum Melihat

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah