(Renungan) Perjumpaan yang Membawa Pengharapan
Perjumpaan yang Membawa Pengharapan
(Alberta)
(Alberta)
“Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang ada di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus”
(Luk. 1:41)
Kalender Liturgi Minggu, 16 Agustus 2026
Bacaan Pertama: Why. 11:19a.12:1-6a.10ab
Mazmur Tanggapan: Mzm. 45:10b-12.16.(10d)
Bacaan Kedua: 1Kor. 15:20-26
Bacaan Injil: Luk. 1:39-56
Tahun lalu, saya menjadi saksi indahnya dua perayaan Reuni 'Rubi'. Dalam temu kangen tersebut dipenuhi tawa canda dan cerita masa lalu. Setiap senyum dan tawa yang hadir pada malam itu memancarkan suasana kegembiraan yang lepas. Jika pertemuan antar sahabat saja bisa membawa sukacita sebesar itu, dapat dibayangkan betapa dahsyatnya dampak yang terjadi ketika dua jiwa yang dipenuhi Roh Kudus saling berjumpa. Itulah yang terjadi pada Maria dan Elisabet.
Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang ada di dalam rahimnya dan Elisabet penuh dengan Roh Kudus. Maria dan Elisabet mempunyai pengalaman yang sama, yaitu menerima kabar dari malaikat Gabriel bahwa mereka akan mengandung. Bedanya, Maria mengandung di usia yang masih belia dan belum menikah. Secara manusiawi, ada ketakutan akan penilaian masyarakat. Elisabet mengandung pada hari tuanya, setelah bertahun-tahun hidup dalam stigma 'mandul' yang pada zaman itu dianggap sebagai aib. Baik Maria dan Elisabet menanggapi panggilan Tuhan dengan hati yang terbuka. Maria berkata: “Aku ini hamba Tuhan. Jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Sedangkan Elisabet berkata: “Inilah yang Tuhan telah perbuat bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.”
Perjumpaan dengan Tuhan selalu memberi harapan baru, yaitu ada jawaban atas semua pergumulan yang dialami manusia. Namun, seringkali manusia berusaha menyelesaikan masalahnya dengan kekuatan sendiri. Akibatnya, masalahnya tidak kunjung selesai, malah menambah masalah baru.
Perjumpaan dengan Tuhan terjadi antara lain melalui doa pribadi, serta pada saat menerima tubuh dan darah Kristus dalam komuni. Perjumpaan yang intens akan membuat kita makin peka terhadap rencana dan kehendak Tuhan dalam kehidupan kita.
Mari membuka hati untuk mengizinkan Tuhan menjumpai kita, dan membiarkan sukacita-Nya melimpah dalam hidup kita. Dengan demikian, kita dimampukan Tuhan tetap dapat mengucap syukur dalam berbagai hidup, dan kita pun akan diubah menjadi berkat bagi sesama.
Doa:
Bapa dalam surga, kami rindu berjumpa dengan-Mu dalam setiap musim hidup kami, agar kami makin mengerti akan rencana dan kehendak-Mu. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Doa:
Bapa dalam surga, kami rindu berjumpa dengan-Mu dalam setiap musim hidup kami, agar kami makin mengerti akan rencana dan kehendak-Mu. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.

Komentar
Posting Komentar