(Renungan) Tidak Ada yang Ditinggalkan

 Tidak Ada yang Ditinggalkan
 (Ruth Solaiman)

Tuhan itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. (Mzm. 145:9)

Kalender Liturgi Selasa, 1 September 2026
Bacaan Pertama: 1Kor. 2:10b-16
Mazmur Tanggapan: Mzm. 145:8-9.10-11.12-13ab.13cd-14
Bacaan Injil: Luk. 4:31-37  

Pernahkah Anda membayangkan, bagaimana seseorang hidup dengan sakit kanker yang sudah menyebar ke beberapa organ tubuh? Tidak hanya itu, beliau hidup sendiri karena istri telah meninggal dan sudah pensiun, hanya berharap pada pekerjaan sebagai agen properti. Anak tunggalnya nun jauh bekerja di luar kota. Artinya hidup sendiri, menjalani sakit yang berat dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan.

Seperti yang dituliskan pada bacaan pertama bahwa “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan…” (1Kor. 2:16). Ya, sungguh luar biasa-dengan kondisi seperti itu, sahabat saya ini terus saja mendapat rezeki dengan 'closing penjualan/sewa rumah/ruko'. Di tengah persiapan operasi, jari-jari tangannya terus bergerak menghubungi calon-calon pembeli/penyewa melalui text message WhatsApp.  

Karena sakitnya itu beliau juga susah berjalan, tetapi Tuhan selalu siapkan malaikat untuk mengantarkannya berobat ke rumah sakit. Entah itu tetangga, entah itu teman Gereja, bahkan terkadang ART dari saudaranya menemaninya ke rumah sakit. Kebaikan Tuhan dan rahmat-Nya yang luar biasa, seperti tertulis pada Mazmur 145:9 sungguh nyata.

Ketika berobat ke rumah sakit non-BPJS dengan kondisi kritis luka jahitan paska operasi menganga lebar; diperlukan penanganan serius, ternyata dokter yang tidak dikenal memberikan biaya gratis, bahkan sampai luka itu sembuh total. Padahal diperlukan beberapa kali bolak-balik ke dokter itu.

Semua hal yang dialami  sahabat ini, mencelikkan banyak mata batin orang-orang di sekitarnya. Ya, mereka merasakan bagaimana Allah itu selalu setia, selalu ada untuk siapa saja, Allah yang tidak pernah meninggalkan kita. Hal ini menjadi refleksi bagi kita semua yang sungguh meneguhkan dan menyemangati banyak orang. 

Sungguh, Tuhan memakai sahabat saya ini menjadi alat-Nya. Kita tidak pernah bisa menyelami pikiran Allah. Dalam bacaan Injil, Yesus menghardik setan agar keluar dari tubuh seseorang yang kerasukan setan di Bait Allah. Tidak dituliskan siapa orang ini, hal ini sungguh menunjukkan bahwa rahmat-Nya diberikan kepada semua orang tanpa pandang bulu. Tiada seorang pun ditinggalkan!

Doa:
Tuhan Yesus, ajar kami untuk mampu menerima semua peristiwa hidup kami. Celikkan mata batin kami untuk melihat, bahwa Engkau memakai setiap dinamika hidup kami untuk kebaikan bagi diri kami maupun orang lain. Bantulah  kami keluar dari ketakutan dari hal-hal yang sedang kami hadapi. Tuhan, kami sungguh bersyukur, kami diingatkan bahwa Engkau selalu memberikan rahmat-Mu kepada siapa saja, melalui hal-hal yang tidak bisa kami pahami. Kami bersyukur, kami tidak akan pernah ditinggalkan oleh-Mu. Amin. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Percaya meski Belum Melihat

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah