(Renungan) Aku pun Diutus oleh-Nya

Aku pun Diutus oleh-Nya
(Teguh Cahyadi)

Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan 
untuk menyembuhkan orang-orang sakit
(Luk. 9:2)

Kalender Liturgi Rabu, 23 September 2026
PW. S. Padre Pio dari Pietrelcina, Imam
Bacaan Pertama: Ams. 30:5-9
Mazmur Tanggapan: Mzm. 119:29.72.89.101.104.163
Bacaan Injil: Luk. 9:1-6

Saat itu saya belum menerima Sakramen Baptis-pintu masuk menjadi anggota Gereja Katolik. Saya rindu untuk dapat cepat dibaptis menjadi Katolik. Kerinduan saya menjadi seorang Katolik makin menggebu bila melihat keluarga besar pergi ibadah ke gereja. Apalagi ada kerabat yang menjadi pelayan Tuhan, membuat hati ini makin kuat untuk menjadi seorang Katolik. Puji Tuhan akhirnya saya dibaptis. Kerinduan dan keinginan  menjadi pengikut Yesus Kristus terlaksana pada usia dua puluh empat tahun. Tiga tahun setelah dibaptis, saya  menikah secara Katolik dengan pasangan yang satu iman dan dikaruniai dua putra.

Dalam perjalanan hidup, iman kami mengalami pasang surut, sempat mengganggu kehidupan perkawinan. Saat itu kami belum aktif pelayanan di lingkungan. Seiring berjalannya waktu, kami tergerak ikut Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP). Barulah setelah itu secara bertahap, terang Tuhan dan panggilan pelayanan menyentuh hati kami berdua. Kami ingin diutus seperti kedua belas Rasul yang diutus oleh Yesus. 

Bacaan Injil hari ini, Lukas 9:1-6 berkisah tentang Yesus mengutus kedua belas Rasul-Nya. Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang-orang sakit fisik serta membawa pertobatan kepada yang sakit karena dosa. Yang unik, kemudian Yesus juga meminta agar para rasul tidak membawa apa-apa, dengan maksud agar mereka murni dan rendah hati. Tidak membawa ekspektasi dan tidak memilih-milih, tanpa beban dan tulus. Pesan Yesus ini sekaligus merupakan jaminan bahwa ketika kita berani menjalankan perutusan-Nya, maka Tuhan sendiri yang akan memelihara dan memenuhi segala kebutuhan utusan-Nya.

Bacaan Injil inilah yang membuat kami  terpanggil untuk turut mengabarkan kabar sukacita dan mengajak pertobatan bagi para pendosa (orang-orang sakit) di sekitar kami. Tentu keluarga dan kerabat menjadi awal langkah kami.

Apakah kita yang telah dibaptis secara Katolik siap menjadi utusan Yesus seperti kedua belas Rasul itu? Semoga Tuhan memberi terang-Nya.

Doa:
Ya Tuhan dan Allahku, kami percaya bahwa Engkau mengutus sekaligus menyertai kami. Lindungilah kami dalam menjalani pelayanan ini. Mohon senantiasa terang-Mu memimpin kami selalu. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Percaya meski Belum Melihat

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah