(Renungan) Jalan yang Lebih Utama

Jalan yang Lebih Utama
(Martha Maria Herina Tjahjadi)


Jadi, berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang lebih penting. Namun, aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.
(1Kor. 12:31)

Kalender Liturgi Rabu, 16 September 2026
PW. S. Kornelius, paus dan Siprianus, uskup; martir
Bacaan Pertama: 1Kor. 12:31-13:13
Mazmur Tanggapan: Mzm. 33:2-3.4-5.12.22 
Bacaan Injil: Luk. 7:31-35

Seorang teman berbagi pengalaman disakiti hati dan dipermalukan oleh seorang pejabat senior dalam forum pembelajaran menjadi fasilitator di suatu Gereja. Si ibu pejabat memberi nilai 'nol' atas performance-nya. Padahal enam juri lainnya menilai baik, tidak ada nilai buruk. “Saya tidak bisa menerima diperlakukan buruk di hadapan audience dan juri, saya mengajukan mundur dari pembelajaran,” jawabnya kepada coach yang mendampinginya. “Lebih baik jadi umat biasa saja. Datang ke gereja seminggu sekali, menyambut Ekaristi. Setelah itu cuzz, pulang, enjoy dengan suami dan keluarga. That’s it, enough”, ujarnya. Berkaca dari pengalaman teman saya, mungkin kita pernah berada di posisinya atau mungkin menjadi pelaku seperti posisi sang ibu pejabat. 

Namun, kembali kepada panggilan sebagai murid Kristus, apakah dalam hidup dan pelayanan kita sudah menanamkan keutamaan Kristiani? Mengedepankan iman, harapan, dan kasih. Dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK) 1810, kebajikan manusiawi yang diperoleh melalui pendidikan, melalui latihan, dan ketekunan dalam usaha, dimurnikan dan diangkat oleh rahmat Ilahi. Dengan bantuan Allah, menggembleng watak dan memberi kemudahan dalam melakukan yang baik. Manusia yang berkebajikan bergembira dalam berbuat baik. Inilah kekhasan keutamaan Kristiani. 

Hari ini kita merayakan St. Kornelius dan St. Siprianus. Keutamaan kedua santo ini adalah perjuangan mereka dalam mengatasi permasalahan dari eksternal dan internal Gereja. Memegang teguh iman akan Kristus dan mengamalkan asas-asas Injil Kristus terutama bagi umat yang ditolak rekonsiliasi kepada Gereja.  

Kita diingatkan keutamaan-keutamaan itu bukan untuk pemuliaan diri. Keutamaan itu kita dapatkan melalui pengorbanan diri, bermati raga dan penyangkalan diri. Seorang kudus modern, Santa Gianna Molla menuliskan, “Love and sacrifice are closely linked, like the sun and the light. We cannot love without suffering and we cannot suffer without love.” “Cinta adalah perasaan terindah yang Tuhan tanamkan dalam jiwa manusia.” Seperti yang dikatakan Santa Teresa dari Kalkuta, “Bukan berapa banyak yang kita berikan tetapi berapa banyak cinta yang kita masukkan ke dalam pemberian itu.” 

Doa:
Bapa sumber kasih sejati, hari ini Engkau mengingatkan kembali arti keutamaan dalam peziarahan hidup ini. Iman harapan dan kasih. Dan yang paling besar adalah kasih. Semoga kami selalu mengasihi dalam keluarga, lingkungan dan sesama. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Percaya meski Belum Melihat

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah