(Renungan) Bukan Soal Janji, tapi Langkah Pasti
Bukan Soal Janji Manis, tapi Langkah Pasti
(Binsar M. Tambunan)
(Binsar M. Tambunan)
"Sebab, Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya."
(Mat. 21:32a)
Kalender Liturgi Minggu, 27 September 2026
Bacaan Pertama: Yeh. 18:25-28
Mazmur Tanggapan: Mzm. 25:4bc-5,6-7,8-9
Bacaan Kedua: Flp. 2:1-11 (panjang) atau Flp. 2:1-5 (singkat)
Bacaan Injil: Mat. 21:28-32
Bacaan Pertama: Yeh. 18:25-28
Mazmur Tanggapan: Mzm. 25:4bc-5,6-7,8-9
Bacaan Kedua: Flp. 2:1-11 (panjang) atau Flp. 2:1-5 (singkat)
Bacaan Injil: Mat. 21:28-32
Saat aku renungkan kisah dua anak ini, aku jadi teringat masa menjadi ketua lingkungan. Susahnya mengajak rekan untuk bertugas parkir ataupun tatib. Walau sudah menyatakan iya, siap, atau ok bos; mereka tidak datang. Yang datang pun ada yang hanya say hello dan minta izin tidak bisa ikut bertugas. Saat itu aku sedih, putus asa dan sedikit kecewa karena merasa di PHP alias diberi harapan palsu. Bersyukur Roh Kudus bekerja pada rekan yang lain. Ada beberapa rekan saat diajak menyatakan tidak bisa bertugas, tetapi pada saatnya mereka datang membantu. Bahkan ada juga yang tidak aku hubungi, tetapi mereka segera membantu ketika melihat kami bertugas. Aku bersukacita dan sangat bersyukur sekali kepada Tuhan atas bantuan rekan-rekan ini.
Dalam Injil Matius 21:28-32, Yesus menceritakan perumpamaan tentang dua orang anak. Anak pertama awalnya menunjukkan penolakan. Namun ia menyadari kesalahannya, menyesal lalu berbalik melakukan kehendak Bapanya dengan tulus. Ia menggambarkan proses pertobatan nyata, seperti orang-orang yang merespon seruan Yohanes Pembaptis untuk berbalik kepada Allah. Sebaliknya, anak kedua mewakili sikap ketaatan semu; seperti para pemuka agama di zaman-Nya. Mereka sangat paham aturan dan cepat mengucapkan kata 'ya' tetapi tindakannya nol besar. Di zaman ini mirip seperti kita yang rajin membagikan ayat di media sosial, serta berseru “Amin” saat beribadah, tetapi hidup sehari-hari penuh kepalsuan dan pencitraan, demi terlihat saleh di mata orang lain.
Mari kita refleksikan arti dan inti dari renungan kita atas Firman ini, yaitu Tuhan tidak mencari janji manis di bibir atau penampilan luar yang terkesan religius. Yang Ia cari adalah anak yang taat, yang sungguh mengerjakan perintah-Nya.
Di antara sikap kedua anak ini, mana yang lebih sering menggambarkan kehidupan beriman kita sehari-hari?
Doa:
Ya, Tuhan Yesus Kristus, terima kasih akan sapaan-Mu melalui renungan pada hari ini; bahwa kami harus bertobat, taat dan setia menjalankan perintah dan kehendak-Mu.
Ajari dan bimbinglah kami, agar kami dapat tetap taat dan setia mengikuti-Mu serta tulus dalam berpelayanan dan pewartaan di sepanjang perjalanan hidup kami. Amin.
Ya, Tuhan Yesus Kristus, terima kasih akan sapaan-Mu melalui renungan pada hari ini; bahwa kami harus bertobat, taat dan setia menjalankan perintah dan kehendak-Mu.
Ajari dan bimbinglah kami, agar kami dapat tetap taat dan setia mengikuti-Mu serta tulus dalam berpelayanan dan pewartaan di sepanjang perjalanan hidup kami. Amin.

Komentar
Posting Komentar