(Renungan) Carilah Yesus Saat Kecemasan Melandamu

Carilah Yesus Saat Kecemasan Melandamu
(Dyah Budiwati)

Herodes berkata, "Yohanes telah kupenggal kepalanya. Namun, siapa Dia ini, yang kudengar melakukan hal-hal demikian?" Lalu ia berusaha supaya dapat melihat Yesus.
(Luk. 9:9 )

Kalender Liturgi Kamis, 24 September 2026 
Bacaan Pertama: Pkh. 1:2-11
Mazmur Tanggapan: Mzm. 90:3-4.5-6.12-13.14.17
Bacaan Injil: Luk. 9:7-9

Renungan hari ini diinspirasi dari Injil Lukas 9:7-9, menceritakan tentang kecemasan Herodes mendengar cerita tentang Yesus dengan segala pengajaran dan mukjizat yang dilakukan-Nya. Herodes cemas karena berpikir bahwa Yesus adalah Yohanes yang bangkit, setelah dia bunuh. Herodes merasa bersalah sudah membunuh orang tidak bersalah dan yang dia hormati sebagai nabi, hanya untuk mengikuti egonya karena janjinya kepada anak tirinya. Ia juga takut akan apa kata orang kalau omongannya tidak ditepati, sehingga dia tetap membunuh Yohanes.

Herodes ingin bertemu Yesus bukan karena percaya atau mau bertobat, melainkan untuk memuaskan rasa ingin tahunya dan rasa bersalah yang menghantuinya.

Penulis Injil Lukas bahkan menuliskan tentang pertemuan Yesus dan Herodes di bab 23. Bagaimana bahagianya Herodes bertemu dengan Yesus menjelang penyaliban-Nya. Namun,  kejadian selanjutnya tidak terjadi sesuai yang dia harapkan, karena Yesus tidak melakukan 'atraksi'-Nya.

Seperti Herodes yang yang cemas karena ketidaktahuannya siapa Yesus, kita pun sering merasa cemas, gelisah, bahkan takut karena ketidaktahuan kita akan apa yang akan terjadi-tentang pekerjaan, ekonomi, atau masa depan kita.

Akhir-akhir ini banyak berita yang membuat kita cemas, gelisah, dan takut untuk menghadapi hidup karena terlalu banyak kesimpangsiuran tentang kondisi bangsa dan sebagainya. Kita bisa seperti Herodes ingin bertemu Yesus, saat kita cemas walaupun niatnya beda. Herodes ingin bertemu Yesus karena ketidaktahuannya siapa Yesus. Sedangkan kita ingin berjumpa Yesus karena kita tahu siapa Yesus, yaitu tempat kita berlindung dan bersandar. Kita tahu siapa yang mengasihi kita tanpa syarat dan merasakan bahwa kita tidak sendirian. 

Jadi, kita mencari Yesus bukan hanya di saat membutuhkan pertolongan-Nya melainkan karena mengasihi Dia yang adalah Tuhan dan Juru Selamat kita.

Doa:
Allah Bapa Yang Baik, terima kasih Engkau masih menuntun, melindungi, dan mengasihi kami sehinga kami masih boleh bersyukur dan tetap berjalan bersama-Mu sampai saat ini. Ajar kami selalu berserah kepada-Mu saat kecemasan melanda hati dan pikiran kami. Ajar kami juga selalu mengasihi-Mu sebab Engkau sudah mengasihi kami tanpa syarat. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Percaya meski Belum Melihat

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah