(Renungan) Mereka Dipanggil Malaikat Agung
Mereka Dipanggil Malaikat Agung
(Romo Hardijantan Dermawan, Pr.)
(Romo Hardijantan Dermawan, Pr.)
Lalu kata Yesus kepadanya, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Kamu akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah naik turun pada Anak Manusia.”
(Yoh. 1:51)
Kalender Liturgi Selasa, 29 September 2026
Pesta Santo Mikael, Gabriel, dan Rafael, Malaikat Agung
Bacaan Pertama: Dan. 7:9-10.13-14
Mazmur Tanggapan: Mzm. 138:1-2a.2bc-3.4-5
Bacaan Injil: Yoh. 1:47-51
Pada Pesta Malaikat Agung-Santo Mikael, Gabriel, dan Rafael, Gereja menawarkan bacaan Injil dari Yoh. 1:47-51. Kisah panggilan Natanael, seorang Israel sejati yang duduk merenung di bawah pohon ara. Apa yang sedang ia lakukan? Hatinya gelisah tatkala kawannya, Filipus, mengatakan, “Kami telah menemukan Dia yang disebut oleh Musa dalam Taurat dan oleh nabi-nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” Tanyanya kepada Filipus, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”
Pertanyaan Natanael itu Yesus ketahui. “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” Yesus memberi jawab, “… Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Kamu akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah naik turun pada Anak Manusia.” Karena sabda itulah, teks ini dipakai untuk pesta ketiga malaikat. Mereka dipanggil malaikat agung.
Tentang malaikat-malaikat, Kitab Suci Perjanjian Lama sudah mengisahkannya. Yakub, misalnya, ia bermimpi, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai ke langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu. Lalu Yakub bangun dari tidur, ia berkata, “Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.” (Kej. 28:12-13.16).
Gereja meyakini dan mengajarkan bahwa Tuhan Allah hidup tidak sendirian; ada persekutuan, bukan hanya persekutuan Allah Tritunggal, melainkan makhluk rohani Ilahi yang dipanggil dengan malaikat. Dalam persekutuan malaikat itu ada tingkatannya. Hari ini Gereja merayakan pesta malaikat agung, seperti ‘atasan’ dari malaikat lainnya. Mereka adalah duta besar dari Kerajaan Allah. Makanya disebut malaikat agung. Itulah sebabnya, di zaman bapa bangsa, dalam pengalaman Yakub, keberadaan malaikat adalah juga keberadaan dan kehadiran Tuhan.
Dalam sebuah perjalanan menuju Subang, saya menyaksikan sebuah keluarga ‘penyelamat alam’ dengan gerobaknya. Si ayah mendorong gerobaknya, sementara anaknya yang masih kecil berdiri di pinggiran dalam gerobak itu, si ayah tiba-tiba menghentikan jalannya. Dan apa yang terjadi? Si anak terjungkal, jatuh keluar dari dalam gerobak. Si anak tidak apa-apa. Ya, seperti ada yang menopang, jatuhnya seperti adegan slow-motion. Ada malaikat yang menopang, ada Tuhan yang hadir.
Doa:
Santo Mikael, Gabriel, dan Rafael, kalian disebut malaikat agung sebagai duta besar dari surgawi. Mereka adalah keberadaan dan kehadiran Tuhan Allah. Allah Yang Maha Kasih, semoga para malaikat agung ini boleh kami mohonkan bantuannya. Kepada Santo Mikael, jaga dan lindungi kami dari yang jahat; Santo Gabriel, biarlah tutur kata kami membawa damai sukacita; Santo Rafael, sembuhkanlah kami dari sakit fisik maupun batin. Malaikat Agung, doakanlah kami. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
Doa:
Santo Mikael, Gabriel, dan Rafael, kalian disebut malaikat agung sebagai duta besar dari surgawi. Mereka adalah keberadaan dan kehadiran Tuhan Allah. Allah Yang Maha Kasih, semoga para malaikat agung ini boleh kami mohonkan bantuannya. Kepada Santo Mikael, jaga dan lindungi kami dari yang jahat; Santo Gabriel, biarlah tutur kata kami membawa damai sukacita; Santo Rafael, sembuhkanlah kami dari sakit fisik maupun batin. Malaikat Agung, doakanlah kami. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

Komentar
Posting Komentar