(Renungan) Perjumpaan yang Menyembuhkan, Berbuah dalam Pelayanan


Perjumpaan yang Menyembuhkan, Berbuah dalam Pelayanan

(K.I.A. Anggi) 

Yohana istri Khuza bendahara Herodes, Susana, dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan harta milik mereka. 
(Luk. 8:3)

Kalender Liturgi Jumat,18 September 2026
Bacaan Pertama: 1Kor. 15:12-20
Mazmur Tanggapan: Mzm.17:1.6-7.8b.15
Bacaan Injil: Luk. 8:1-3

Yesus melanjutkan perjalanan setelah mengalami perjumpaan dengan perempuan yang membasuh kaki-Nya. Ia berkeliling dari satu kota ke kota lain, dan dari satu desa ke desa lain. Nama kota-kota dan desa-desa tidak disebutkan, yang penting ialah Yesus berkarya sebagai pewarta; yang diwartakan adalah penyelamatan yang datang dari Allah, serta Kerajaan Allah sudah dekat.  Bersama-sama dengan Yesus, selain dari kedua belas rasul-Nya, ada para perempuan yang melayani rombongan itu dengan harta mereka. Yohana, Susana, dan Maria Magdalena telah mengalami perjumpaan langsung dengan Yesus serta merasakan kuasa penyelamatan-Nya. Mereka telah disembuhkan dari roh-roh jahat dan penyakit. Ucapan syukur dan terima kasih atas rahmat penyelamatan yang mereka terima diungkapkan secara langsung dengan mendukung karya Yesus menggunakan harta yang mereka miliki. 

Santa Margaretha dari Castello lahir dengan beberapa cacat: buta, tidak bisa berjalan, serta bungkuk parah. Orang tuanya yang bangsawan merasa malu dan menyembunyikan dia selama bertahun-tahun. Akhirnya ia ditinggalkan di kota Castello karena tidak ada harapan bisa sembuh dari cacatnya. Margaretha kemudian diterima sebagai Tertiaris Ordo Dominikan. Ia membuka sekolah bagi anak-anak miskin Castello, serta setia mengunjungi orang sakit dan narapidana. Santa Margaretha dinyatakan sebagai pelindung mereka yang ditolak, kaum disabilitas, dan kaum miskin karena ia dilahirkan dengan banyak cacat namun tetap dicintai Allah

Santa Margaretha dipilih menjadi santa pelindung komunitas untuk mendampingi umat berkebutuhan khusus di paroki tempat penulis berdomisili. Dalam komunitas ini penulis berjumpa dan mengenal teman-teman yang walaupun hidup dengan kebutuhan khusus seperti tuli, tuna netra, maupun anak-anak berkarunia khusus; tetap memiliki semangat untuk melayani dan terlibat aktif dalam kegiatan pelayanan di paroki. Ada yang menjadi pemazmur, lektor, serta Pendamping Pelayan Isyarat Katolik (PIKAT).

Karya penyelamatan Yesus terbuka dan ditawarkan bagi semua orang. Apakah kita mau terbuka untuk menerima karya keselamatan tersebut, mengalami penyembuhan, dan kemudian membuahkan pelayanan dengan 'harta' yang kita miliki?

Doa: 
Ya Bapa, Engkau telah mengutus Putra-Mu untuk membawa karya keselamatan bagi semua orang. Rahmat ini begitu berharga, namun tidak semua mampu membuka diri untuk menerimanya. Bukalah hati kami agar mau terbuka untuk karya penyelamatan-Mu, sehingga kami disembuhkan dari segala dosa dan luka batin yang tidak kami sadari. Sehingga saat kami melangkah keluar untuk melayani, kami berikan seluruh harta yang kami miliki untuk kemuliaan nama-Mu. Terpujilah Engkau kini dan sepanjang masa. Amin.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Percaya meski Belum Melihat

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah