(Renungan) Roh Pengertian
Roh Pengertian
(Florentina Sri Retno Adji)
(Florentina Sri Retno Adji)
Yesus bertanya kepada mereka, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?”
Jawab Petrus, “Mesias dari Allah.”
(Luk. 9:20)
Kalender Liturgi Jumat, 25 September 2026
Bacaan Pertama: Pkh 3 :1-11
Mazmur Tanggapan: Mzm 144:1a.2abc.3-4
Bacaan Injil: Luk 9:18-22
Petrus, mewakili teman-temannya, menjawab dengan benar atas pertanyaan Yesus tentang siapakah diri-Nya, yaitu Yesus adalah Mesias dari Allah. Namun mengapa Yesus memperingatkan mereka supaya jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun.
Percakapan Yesus dan para murid-Nya ini terjadi di dekat Kaisarea Filipi, di Palestina Utara dan menandai langkah awal dari perjalanan penderitaan dan kematian Yesus di Yerusalem. Yesus melarang para murid menyebarkan percakapan ini karena Yesus ingin murid-murid-Nya memahami kemesiasan-Nya dengan benar. Pengakuan Petrus mencerminkan pengharapan para murid kepada Yesus untuk membebaskan Israel dari penindasan Romawi dan mendirikan kerajaan-Nya di dunia.
Nubuat Yesus yang pertama mengenai kesengsaraan-Nya adalah pemahaman yang diberikan Yesus mengenai Mesias. Anak Manusia harus banyak menanggung penderitaan, ditolak, dan dibunuh. Ia akan dipulihkan dan dibangkitkan pada hari ketiga.
Yesus ingin murid-murid-Nya mengerti, untuk mengikuti Sang Mesias, jalannya adalah jalan salib, bersedia memikulnya setiap hari. Kita juga diminta melakukan penyangkalan diri terhadap gambaran duniawi untuk sampai pada kehidupan kekal, Kerajaan Allah. Jadi sangat berbeda dengan harapan akan Mesias seperti yang dipikirkan oleh para murid.
Keterbatasan manusia membuat Firman yang diucapkan Yesus sering kali sulit dipahami, bahkan oleh murid-murid-Nya yang selalu bersama-Nya; juga kita yang mengaku sebagai murid-Nya. Yesus memahami kelemahan kedagingan kita, maka Ia mengajarkan kita untuk selalu memohon roh pengertian (Ef. 5:17-18), agar kita mampu memahami kebenaran iman yang diwahyukan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Saya berjumpa dengan seorang lansia beberapa tahun yang lalu. Setelah itu, ia sering menghubungi saya untuk meminta bantuan. Saat ini kami sudah tinggal di kota yang berbeda. Saya merasa kasihan akan ketidakberdayaannya, namun sering juga merasa lelah dan bosan, ingin menolak untuk membantunya.
Dalam doa saya memohon pengertian. Saya mengingat betapa baiknya Allah dalam hidup saya. Allah menghadirkan lansia itu kepada saya agar saya juga murah hati. Allah memberi saya rezeki dan kemampuan untuk menolongnya, dan Ia ingin saya memilih jalan ini dengan sukacita.
Doa:
Allah yang berbelas kasih, terima kasih atas pengorbanan Yesus di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kami. Dalam kelemahan dan kerapuhan kami sebagai manusia, berilah kami selalu roh pengertian agar kami semakin mengenal-Mu dan dapat mengerti kehendak-Mu dalam setiap peristiwa dalam hidup kami. Dengan perantaraan Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin.
Allah yang berbelas kasih, terima kasih atas pengorbanan Yesus di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kami. Dalam kelemahan dan kerapuhan kami sebagai manusia, berilah kami selalu roh pengertian agar kami semakin mengenal-Mu dan dapat mengerti kehendak-Mu dalam setiap peristiwa dalam hidup kami. Dengan perantaraan Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin.

Komentar
Posting Komentar