(Renungan) Tanah yang Baik Bagi Benih yang Baik
Tanah yang Baik Bagi Benih yang Baik
(Thomas Eko)
Kalender Liturgi Sabtu, 19 Sept, 2026
Bacaan Pertama: 1Kor. 15: 35-37.42-49
Mazmur Tanggapan: Mzm. 56:10.11-12.13-14
Bacaan Injil: Luk. 8:4 -15
(Thomas Eko)
“Yang di tanah yang baik artinya orang-orang mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik, dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."
(Luk. 8: 15)
Kalender Liturgi Sabtu, 19 Sept, 2026
Bacaan Pertama: 1Kor. 15: 35-37.42-49
Mazmur Tanggapan: Mzm. 56:10.11-12.13-14
Bacaan Injil: Luk. 8:4 -15
Kepada para murid dan orang banyak, Yesus telah menjelaskan arti perumpamaan tentang seorang penabur yang menebarkan benih ke tanah. Disebutkan ada empat tipe tanah, yang menggambarkan hati orang-orang dalam menanggapi firman Allah yang digambarkan sebagai benih yang ditabur.
Tanah di pinggir jalan, yaitu mereka yang mendengar firman itu namun bertegar hati, tidak membuka hati, tidak percaya, dan tidak menyimpan benih itu; terinjak injak dan dibiarkan lenyap. Tanah yang berbatu-batu membuat benih tidak berakar, tanahnya pun tidak cukup terairi. Mereka mendengar, gembira menerima firman namun sebentar saja, begitu mengalami cobaan mereka murtad.
Tanah yang ada semak durinya ialah orang yang telah mendengar firman Allah, namun mereka terhimpit oleh kekuatiran, kekayaan, dan kenikmatan hidup; sehingga mereka tidak dapat menghasilkan buah yang matang. Mereka tetap memilih kekayaan dan kenikmatan hidup. Tanah yang baik ialah orang yang setelah mendengar firman Allah, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan. Mereka memilih untuk tekun, terus menerus berbuah hal-hal yang baik.
Renungan hari ini mengajak saya untuk introspeksi batin. Suasana hati saya lebih sering seperti tanah yang ingin menumbuhkan benih baik bersama dengan semak duri. Sulit melepaskan diri dari kekuatiran, akan hal hal duniawi, kekayaan, dan kenikmatan hidup. Bekerja lebih keras untuk semua hal tersebut dan demi menaikkan status sosial. Akhirnya benih baik itu tidak dapat berkembang secepat berkembangnya kekuatiran dan cinta duniawi, yaitu semak duri dalam hati. Benih baik tertinggal, tak mampu bertumbuh lebih jauh.
Hati yang baik, seperti tanah yang baik. Di dalamnya benih itu akan bertumbuh, lalu berbuah. Terus menerus berbuah mewartakan kebaikan, lemah lembut, murah hati, sabar, menguasai diri, penuh kasih setia, sukacita, dan damai sejahtera.
Semoga Tuhan mengubah saya dan Anda supaya selalu dapat menjadi tempat yang baik bagi firman-Nya untuk bertumbuh dalam hati, tekun berbuah dalam perbuatan kasih dan karya pelayanan.
Doa:
Ya Bapa, puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu karena kasih-Mu yang besar kepada kami, yang masih tidak sempurna mengikuti-Mu. Mohon kiranya Engkau berkenan, agar Roh Kudus-Mu membuka hati anak-anak-Mu ini, supaya dapat menumbuhkan benih firman-Mu dalam rupa-rupa pelayanan dan perbuatan kasih demi kemuliaan nama-Mu. Amin.
Ya Bapa, puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu karena kasih-Mu yang besar kepada kami, yang masih tidak sempurna mengikuti-Mu. Mohon kiranya Engkau berkenan, agar Roh Kudus-Mu membuka hati anak-anak-Mu ini, supaya dapat menumbuhkan benih firman-Mu dalam rupa-rupa pelayanan dan perbuatan kasih demi kemuliaan nama-Mu. Amin.

Komentar
Posting Komentar