(Renungan) Belajar Mengalah
“Tunduklah seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.”
(Ef. 5:21)
Kalender Liturgi Selasa, 27 Oktober 2026
Bacaan Pertama: Ef. 5:21-33
Mazmur Tanggapan: Mzm. 128:1-2.3.4-5
Bacaan Injil: Luk. 13:18-21
Bacaan Pertama: Ef. 5:21-33
Mazmur Tanggapan: Mzm. 128:1-2.3.4-5
Bacaan Injil: Luk. 13:18-21
Bacaan hari ini mengajak kita memahami arti 'tunduk' dalam sebuah relasi. Tunduk bukan berarti kalah, lebih rendah, atau kehilangan suara. Tunduk berarti bersedia merendahkan hati, menghargai orang lain, dan tidak selalu memaksakan kehendak sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini ternyata tidak mudah. Saya pernah mengalami perbedaan pendapat dengan suami. Saat itu kami sama-sama merasa benar. Rasanya ingin marah karena saya merasa pendapat saya tidak dipahami; sementara suami pun tetap mempertahankan apa yang menurutnya benar. Kalau diteruskan, percakapan itu bisa berubah menjadi pertengkaran.
Akhirnya saya memilih diam. Bukan karena saya merasa kalah atau pendapat saya salah, tetapi karena saya menyadari bahwa tidak semua perbedaan harus dimenangkan. Ada kalanya diam menjadi cara untuk memberi ruang agar hati menjadi lebih tenang. Setelah emosi mereda, barulah kita dapat melihat persoalan dengan lebih jernih.
Pengalaman itu membuat saya memahami bahwa "Tunduklah seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus” bukan hanya sebuah kata-kata indah. Ini adalah ajakan untuk belajar menempatkan kasih di atas ego. Dalam keluarga terkadang kita perlu mengalah, mendengarkan, meminta maaf, atau memberi kesempatan kepada pasangan untuk menyampaikan pikirannya.
Paulus juga mengingatkan agar suami mengasihi istrinya seperti Kristus mengasihi Gereja. Kasih Kristus adalah kasih yang memberi diri, bukan mencari siapa yang paling benar atau paling berkuasa.
Mungkin hari ini Tuhan mengajak kita bukan untuk memenangkan perdebatan, tetapi memenangkan kasih. Bukan untuk membuktikan siapa yang benar, melainkan belajar menjaga hati dan hubungan. Sudahkah kita bersedia menundukkan ego demi menghadirkan kasih Kristus dalam keluarga?
Doa:
Tuhan Yesus, ajarlah kami merendahkan hati, mendengarkan, dan mengasihi. Mampukan kami menahan kata-kata ketika emosi menguasai diri, serta berikan kebijaksanaan untuk memilih kasih daripada keinginan untuk menang. Amin.
Tuhan Yesus, ajarlah kami merendahkan hati, mendengarkan, dan mengasihi. Mampukan kami menahan kata-kata ketika emosi menguasai diri, serta berikan kebijaksanaan untuk memilih kasih daripada keinginan untuk menang. Amin.

Komentar
Posting Komentar