(Renungan) Pelita yang Tetap Menyala

Pelita yang Tetap Menyala 
(Juliana Santoso)

“Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.” 
(Luk. 12:35)

Kalender Liturgi Selasa, 20 Oktober 2026
Bacaan Pertama: Ef. 2:12-22
Mazmur Tanggapan: Mzm. 85:9ab-10.11-12.13-14
Bacaan Injil: Luk. 12:35-38

Seorang anak kenalan saya berumur sepuluh tahun tiba-tiba dilarikan ke rumah sakit karena sakit perut. Setelah beberapa hari dirawat, dokter menemukan kebocoran di ususnya. Kondisinya terus menurun meskipun sudah beberapa kali mendapatkan transfusi darah. Dokter akhirnya memutuskan harus segera dioperasi untuk menyelamatkan jiwanya. Kedua orang tuanya panik dan hanya bisa pasrah, karena semuanya terjadi begitu mendadak. 

Di tengah keputusasaan, keluarga menyarankan mereka berdoa Rosario dan Novena Tiga Salam Maria. Namun mereka tersadar mereka tidak terbiasa berdoa Rosario, bahkan belum pernah mendoakan novena. Mereka sedih menyadari selama ini jarang ke gereja karena selalu ada alasan untuk tidak hadir. Dalam keadaan genting itu, mereka baru menyadari betapa mereka membutuhkan Tuhan. 

Dalam Injil hari ini, Yesus berbicara tentang hamba-hamba yang senantiasa siap menantikan kedatangan tuannya. “Hendaklah pinggangmu tetap terikat”, kita tidak boleh terlena dan lengah, tetapi harus selalu siap dalam keadaan apa pun. “Pelitamu tetap menyala” menggambarkan iman yang harus tetap hidup dan tampak dalam kehidupan sehari-hari. (Luk. 12:35).
 
Hubungan kita dengan Tuhan bukan sesuatu yang baru dibangun ketika masalah datang. 
Kita tidak tahu kapan Tuhan datang atau kapan sesuatu yang tidak terduga terjadi. Kita dipanggil bukan hanya untuk percaya pada-Nya, tetapi selalu menjaga hati agar tetap dekat dengan Tuhan, setia, melayani, mengasihi dan berdoa. 

Sering kali kita terlalu sibuk dengan pekerjaan, keluarga, dan berbagai kegiatan, sehingga merasa tidak punya waktu untuk Tuhan. Ketika masalah datang, kita takut dan bingung. Saat itulah kita mungkin baru menyadari bahwa hubungan kita dengan Tuhan tidak kita rawat.
 
Melalui Injil hari ini, Yesus mengajak kita untuk selalu berjaga dan menjaga pelita iman tetap menyala. Yesus mengatakan bahwa ketika tuan itu datang dan mendapati hamba-hambanya berjaga-jaga, ia sendiri akan melayani mereka (ay. 37-38). Tuhan selalu hadir menunjukan kasih dan kemurahan hati-Nya kepada mereka yang setia. 

Mari kita bertanya pada diri kita, apakah kita siap ketika Tuhan datang? Apakah pelita iman kita masih menyala atau selama ini kita hanya mencari Tuhan ketika sedang membutuhkan pertolongan-Nya?  

Doa:
Tuhan Yesus, ampunilah kami karena sering kali kami terlalu sibuk dengan kehidupan kami hingga lupa menyediakan waktu untuk-Mu. Ajarilah kami untuk tetap berjaga dan menjaga iman tetap menyala dan membangun hubungan yang dekat dengan-Mu setiap hari. Jangan biarkan kami hanya mencari-Mu ketika menghadapi masalah, tetapi tetap setia, tekun dalam doa dan selalu percaya kepada-Mu dalam keadaan apa pun. Tuhan tetaplah menjadi tempat kami bersandar dan kuatkanlah kami ketika menhadapi setiap badai kehidupan. Amin.  





Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Percaya meski Belum Melihat

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah