(Renungan) Berkarya dengan Setia dan Bertanggung Jawab
Berkarya dengan Setia dan Bertanggung Jawab
(Verena Istudiyanti Priatmi)
(Verena Istudiyanti Priatmi)
Berbahagialah hamba yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
(Luk. 12:43)
Kalender Liturgi Rabu, 21 Oktober 2026
Bacaan Pertama: Ef. 3: 2-12
Mazmur Tanggapan: Yes. 12:2-3.4bcd.5-6
Bacaan Injil: Luk. 12:39-48
Dalam Injil hari ini, Yesus memberi perumpamaan tentang hamba yang setia. “Berbahagialah hamba yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.” (Luk. 12:43). Kata 'setia' dalam bahasa Yunani adalah pistos, yang juga berarti taat dan dapat dipercaya. Pewartaan yang sesungguhnya bukan sekedar bicara dogma agama, namun setia pada tugas pelayanan harian. Setia berarti konsisten walau tidak ada yang melihat, walau lelah, walau tanpa tepuk tangan. Tuhan tidak hanya melihat hasil, tapi terutama hati saat kita bekerja.
Bacaan Pertama: Ef. 3: 2-12
Mazmur Tanggapan: Yes. 12:2-3.4bcd.5-6
Bacaan Injil: Luk. 12:39-48
Dalam Injil hari ini, Yesus memberi perumpamaan tentang hamba yang setia. “Berbahagialah hamba yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.” (Luk. 12:43). Kata 'setia' dalam bahasa Yunani adalah pistos, yang juga berarti taat dan dapat dipercaya. Pewartaan yang sesungguhnya bukan sekedar bicara dogma agama, namun setia pada tugas pelayanan harian. Setia berarti konsisten walau tidak ada yang melihat, walau lelah, walau tanpa tepuk tangan. Tuhan tidak hanya melihat hasil, tapi terutama hati saat kita bekerja.
Yesus mengingatkan kita untuk bekerja dan melayani dengan penuh kewaspadaan, berjaga-jaga sebagaimana Luk. 12:37. Di zaman dunia kecanduan menggenggam handphone, sangat mudah kita terdistraksi dan lalai memanfaatkan waktu akibat scroll hp. Atau bisa jadi kita punya kebiasaan menunda-nunda. Padahal waktu adalah talenta yang akan dimintai pertanggungjawaban.
Dalam bacaan pertama, Santo Paulus memberi teladan. Meski dipenjara karena mewartakan Injil, ia tetap setia pada tugasnya, “Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian anugerah Allah...” (Ef. 3:7). Paulus tidak menunda-nunda. Ia melihat penderitaannya sebagai bagian dari rahasia Allah untuk menyatakan kasih-Nya kepada bangsa-bangsa. Inilah panggilan kita juga, yakni menjadikan setiap kondisi pekerjaan sebagai sarana pewartaan.
Vini adalah seorang seorang manajer HRD di perusahaan swasta, sekaligus aktif melayani di paroki tempatnya berdomisili. Vini mengerjakan tugas-tugas di kantor dan gereja dengan sungguh-sungguh dan bertanggung jawab. Bagi Vini, tugas-tugas yang dilaksanakan dengan sepenuh hati adalah bentuk rasa syukur atas berkat yang diterima dari Tuhan. Sebab “ ...kepada siapa yang banyak dipercayakan, akan lebih banyak lagi dituntut dari dirinya." (Luk. 12:48).
Sosok seorang Katolik yang melakukan tugas dengan sepenuh hati adalah bentuk pewartaan kasih Tuhan di dunia. Mari kita menjadi Vini-Vini lainnya; setia dan bertanggung jawab pada setiap tugas kita. Pada akhirnya, yang Tuhan cari bukan hebatnya hasil kita, namun kesetiaan kita.
Doa:
Tuhan Yang Maha Baik, terima kasih atas berkat yang kami terima selama ini. Semoga karya serta pelayanan kami sesuai dengan kehendak-Mu. Mampukan kami menjadi saksi kehadiran-Mu di tengah masyarakat. Ajarilah kami setia dalam perkara kecil, agar layak dipercaya dalam perkara besar. Amin.

Komentar
Posting Komentar