(Renungan) Jiwa Sederhana seperti Anak Kecil

Jiwa Sederhana seperti Anak Kecil
(Katarina Teny Noviarty)

“Ingatlah, jangan menganggap rendah salah seorang dari yang kecil ini. Sebab, Aku berkata kepadamu: Malaikat mereka di surga selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.”
(Mat. 18:10)

Kalender Liturgi Jumat, 2 Oktober 2026
PW. Para Malaikat Pelindung
Bacaan Pertama: Kel.23:20-23a                              Mazmur Tanggapan: Mzm. 91:1-2.3-4.5-6.10-11.                         
Bacaan Injil: Mat.18:1-5.10

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya, "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?" (ay. 1).  Yesus menjawab, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk kedalam Kerajaan Surga." (ay. 3).

Dijelaskan oleh Yesus untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga, manusia harus bertobat dan dan memiliki hati seperti anak kecil. Pada saat itu, para murid masih dipengaruhi oleh pola pikir yang mengutamakan status, kehormatan, dan hierarki sosial. Mereka masih membayangkan Kerajaan Surga dalam kerangka kekuasaan dan kebesaran duniawi.

Pada hari ini Gereja juga memperingati Para Malaikat Pelindung yang diutus Allah untuk menyertai, menjaga, dan menuntun kita dalam perjalanan hidup. Dalam Injil, Yesus berkata, “Ingatlah, jangan menganggap rendah salah seorang dari yang kecil ini. Sebab, Aku berkata kepadamu: Malaikat mereka di surga selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.” (ay.10). Sabda ini menegaskan betapa berharganya setiap pribadi di hadapan Allah. Para malaikat pelindung menjadi tanda nyata kasih dan perhatian Allah yang senantiasa menyertai kita. Seperti seorang anak kecil yang percaya dan merasa aman dalam perlindungan orang tuanya, demikian pula kita diajak untuk percaya bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita. 

Menyadari bahwa Allah memberikan malaikat pelindung untuk menyertai kita, hendaknya menumbuhkan sikap percaya dan berserah kepada-Nya. Allah senantiasa hadir dan bekerja melalui berbagai cara, termasuk melalui malaikat-Nya yang menjaga dan menuntun kita. Karena itu, menjadi seperti anak kecil berarti berani mengakui keterbatasan diri dan dengan rendah hati membuka hati terhadap tuntunan Allah.

Dalam kehidupan, kita sering bersandar pada kekuatan sendiri, bahkan di saat badai datang. Kita merasa mampu mengendalikan semuanya. Akibatnya, hati menjadi mudah lelah, cemas, dan kehilangan kedamaian. Sebaliknya, jiwa yang sederhana seperti anak kecil akan menemukan kekuatan justru dalam kepasrahan. 

Maukah kita berserah sepenuhnya ke dalam tangan Bapa, seperti anak kecil yang percaya penuh bahwa Bapanya selalu menyertai dan menjaganya?

Marilah kita menyerahkan seluruh hidup dan kekhawatiran kita hanya ke dalam tangan Bapa. Dengan hati yang sederhana, rendah hati, dan penuh kepercayaan, kita melangkah bersama-Nya.

Doa:
Ya Allah Bapa Yang Maha Kasih, kami bersyukur atas penyertaan-Mu dan atas para malaikat pelindung yang Engkau utus untuk menjaga serta menuntun langkah kami. Ajarlah kami memiliki hati yang sederhana seperti anak kecil, yang percaya dan berserah sepenuhnya kepada-Mu serta peka terhadap tuntunan-Mu. Semoga dalam perlindungan para malaikat-Mu, kami senantiasa berjalan dalam iman, kasih, dan pengharapan. Amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Percaya meski Belum Melihat

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah