(Renungan) Kesadaran Bertobat
Kesadaran Bertobat
(Kresensia Aurelia Aida Kurniawan)
Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,
(Luk. 13:8)
Bacaan Pertama: Ef. 4:7-16
Mazmur Tanggapan: Mzm. 122:1-2.3-4a.4b-5
Bacaan Injil: Luk. 13:1-9
Inti bacaan Injil hari ini adalah peringatan dan kesempatan untuk bertobat. Setiap awal Misa, umat mendoakan Doa Tobat. Menjelang Hari Raya Natal dan Paskah, ada Masa Adven dan Masa Prapaskah, yang keduanya memberi kesempatan umat untuk mempersiapkan diri bertobat.
Mengapa setiap tahun kita diberi peringatan dan kesempatan untuk bertobat? Mari kita merenungkan hal ini. Hakikat bertobat ada tiga: transformasi batin, buah rohani dan tindakan konkret. Transformasi batin perlu kesadaran diri atas dosa dan rindu untuk memperbaiki relasi dengan Tuhan dan sesama. Buah rohani yaitu perubahan prilaku sebagai buah pertobatan. Tindakan konkret seperti puasa, doa, memberi sedekah.
Jadi pertobatan diawali dengan kesadaran diri atas dosa, sebab banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa kita sedang berkubang dalam lumpur dosa. Kita perlu diberi peringatan untuk menyadari dosa kita oleh Tuhan, setelah itu diberi kesempatan bertobat. Selama hidup, kita akan jatuh bangun dalam dosa, maka peringatan dan kesempatan bertobat adalah dua hal yang saling berkaitan.
Seperti kisah penampakan Bunda Maria di Kibeho, Rwanda, benua Afrika. Bunda Maria pertama kali menampakkan diri di Kolese Kibeho pada 28 November 1981 kepada Alphonsine Mumureke. Bunda berkata, “Aku adalah Nyina wa Jambo”, artinya Bunda Sang Sabda. Bunda berpesan, “Jika aku datang kemari, tidak berarti pesanku hanya untuk Rwanda, ataupun hanya untuk Afrika, tetapi untuk seluruh dunia.”
Kepada Nathalie Mukamazimpaka, Bunda berkata, “Anakku, aku sedih; dan yang membuatku sedih adalah karena aku telah memberikan pesan, dan engkau tidak menerimanya dengan cara seperti yang kukehendaki.” Juga kepada Marie Claire Mukangango, katanya, “Bertobatlah, bertobatlah, bertobatlah”. Sejumlah penampakan kepada beberapa orang dalam periode November 1981 sampai dengan November 1989, delapan tahun Bunda Maria berulang kali datang, menyerukan peringatan bertobat dan kesempatan bertobat. Sebelum terjadi episode paling kelam dalam sejarah negara Rwanda tahun 1994, Genosida Rwanda.
Oleh karena itu, kita perlu waspada memperhatikan setiap hal dan tindakan yang kita lakukan, apakah sudah sesuai kehendak Tuhan?
Doa:
Bapa Yang Maha Baik, Engkau telah mengutus Putra-Mu Tuhan kami Yesus Kristus untuk memberi teladan hidup dalam kebenaran. Kegelapan ganda sejak lahir yaitu karena dosa dan karena ketidaktahuan, membatasi kemampuan kami dalam memahami kebenaran. Pimpinlah kami di dalam Roh Kudus agar kami dimampukan dengan sadar menyesali dosa kami dan bertobat. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Doa:
Bapa Yang Maha Baik, Engkau telah mengutus Putra-Mu Tuhan kami Yesus Kristus untuk memberi teladan hidup dalam kebenaran. Kegelapan ganda sejak lahir yaitu karena dosa dan karena ketidaktahuan, membatasi kemampuan kami dalam memahami kebenaran. Pimpinlah kami di dalam Roh Kudus agar kami dimampukan dengan sadar menyesali dosa kami dan bertobat. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Komentar
Posting Komentar