(Renungan) Nyatakan dalam Doa dan Ucapan Syukur
Nyatakan dalam Doa dan Ucapan Syukur
(Maria Gratia Mery Effendi)
(Maria Gratia Mery Effendi)
"Janganlah khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan pemohonan dengan ucapan syukur."
(Flp. 4:6)
Kalender Liturgi Minggu, 4 Oktober 2026
Bacaan Pertama: Yes. 5:1-7
Mazmur Tanggapan: Mzm. 80:9.12-16.19-20
Bacaan Kedua: Flp. 4:6-9
Bacaan Injil: Mat.21:33-43
S. Paulus menuliskan surat ini kepada jemaat di Filipi, ketika ia sedang berada dalam penjara di kota Roma. Surat ini merupakan nasihat-nasihat terakhir S. Paulus kepada jemaat di Filipi. Meski berada dalam penjara, S. Paulus tetap mengingat jemaat yang perlu untuk dikuatkan dan dinasihati. Nasihat S. Paulus kepada jemaat di Filipi ini telah menjadi nasihat buat kita juga sebagai pengikut Kristus.
Bacaan Pertama: Yes. 5:1-7
Mazmur Tanggapan: Mzm. 80:9.12-16.19-20
Bacaan Kedua: Flp. 4:6-9
Bacaan Injil: Mat.21:33-43
S. Paulus menuliskan surat ini kepada jemaat di Filipi, ketika ia sedang berada dalam penjara di kota Roma. Surat ini merupakan nasihat-nasihat terakhir S. Paulus kepada jemaat di Filipi. Meski berada dalam penjara, S. Paulus tetap mengingat jemaat yang perlu untuk dikuatkan dan dinasihati. Nasihat S. Paulus kepada jemaat di Filipi ini telah menjadi nasihat buat kita juga sebagai pengikut Kristus.
Maukah kita - Anda dan saya sebagai pengikut Kristus, mengimani dan mengamini firman Allah lewat surat Paulus dalam Filipi 4:6 ini?
Bagiku, sebagai pengikut Kristus, aku sangat mengimani nasihat S. Paulus ini. Aku senantiasa datang kepada Kristus dalam doa ketika aku harus menghadapi berbagai masalah dalam hidupku. Masalah yang bagiku berat, namun bagi Kristus itu bukanlah masalah berat.
Aku dibela oleh Kristus ketika aku datang membawa masalahku kepada-Nya.
Ada suatu masa saat aku mempunyai satu masalah yang kuanggap berat dan genting. Aku datang kepada Kristus dalam doa. Kristus pun memberikan pembelaan dan penyelesaian bagiku. Satu masalah, ketika aku harus berhadapan dengan suatu bank terkait KPR-ku, dan aku dimenangkan oleh Kristus dalam perkara ini. Aku selalu takjub setiap melihat map yang bertuliskan “namaku vs bank tersebut”. Isinya adalah aku memenangkan gugatanku yang naik ke pengadilan, dengan bantuan kenalanku yang adalah pengacara. Aku juga tidak perlu membayar kenalanku itu sepeser pun untuk perkara ini. Aku takjub dengan kebaikan Kristus. Siapalah aku ini bila bukan karena kebaikan Kristus, hingga aku dapat memenangkan perkaraku dengan bank tersebut?
Selanjutnya, terkait dengan doa, aku mengagumi dan menyukai sebuah doa dari seorang santo, yaitu S. Fransiskus dari Asisi. Seorang santo yang hidup ratusan tahun setelah S. Paulus, yang turut mengimani perlunya menyatakan permohonan kita dalam doa dan ucapan syukur kepada Tuhan. Dia mengucapkan suatu permohanan yang bijak dalam doanya yang terkenal itu. Doa yang kusukai sebagai salah satu doa yang telah menginsipirasiku.
Menutup renunganku ini, aku hendak mendaraskan Doa “S. Fransiskus dari Asisi” itu, yang menjadi doaku juga saat ini:
Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai.
Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih.
Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan.
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan.
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran.
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian.
Bila terjadi keputusasaan, jadikanlah aku pembawa harapan.
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang.
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku pembawa sukacita.
Ya Tuhan Allah,
ajarlah aku untuk lebih suka menghibur daripada dihibur;
mengerti daripada dimengerti;
mengasihi daripada dikasihi;
sebab dengan memberi kita menerima;
dengan mengampuni kita diampuni,
dan dengan mati suci kita dilahirkan ke dalam hidup kekal.
Amin.

Komentar
Posting Komentar