(Renungan) Rencana Kekal Allah

Rencana Kekal Allah 
(A.M.A. Reni Utami)

Di dalam Dialah kami diberi warisan - kita yang dari semula sudah dipilih-Nya sesuai dengan maksud Allah, yang mengerjakan segala sesuatu menurut keputusan kehendak-Nya - supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya 
(Ef. 1:11-12)

Kalender Liturgi Jumat, 16 Oktober 2026
PF. S. Margareta Maria Alacoque
Bacaan Pertama: Ef. 1:11-14
Mazmur Tanggapan: Mzm. 33:1-2.4-5.12-13
Bacaan Injil: Luk. 12:1-7 

Allah telah memilih sebagian orang dari sekumpulan besar umat manusia untuk menerima berkat-berkat yang merupakan misteri Allah. Pemilihan ini disebut predestinasi, yaitu penentuan dari semula bahwa mereka dipilih dalam kebijaksanaan Allah dari sejak kekekalan. Predestinasi menunjuk pada pengangkatan menjadi anak-anak-Nya dan dengan demikian memiliki hak dan warisan sebagai anak. Tujuan Paulus menulis surat ini adalah mengingatkan mereka, bahwa kita semua ditentukan Allah seturut keputusan dan kehendak-Nya untuk mewartakan kemuliaan-Nya, dimeteraikan dengan Roh Kudus dan memperoleh keselamatan melalui penebusan Kristus.

Sejak kecil Margareta sering melakukan mati raga. Saat usianya 11 tahun, ia jatuh sakit dan menderita kelumpuhan selama 4 tahun. Melalui penampakan Bunda Maria kepadanya, penyakitnya sembuh dan ia berjanji akan menyerahkan hidupnya bagi Tuhan. Margareta menambahkan nama Maria saat menerima Sakramen Penguatan. Banyak tantangan kehidupan yang dialami Margareta, termasuk desakan untuk menikah dari sang ibu. Suatu malam Yesus menampakkan diri kepada Margareta dalam keadaan penuh luka karena didera. Akhirnya di usia 24 tahun Margareta masuk biara dan mengucapkan kaul kekal. Tahun 1675 Yesus menampakkan diri lagi kepadanya dan menunjukkan hati-Nya yang berdarah. Yesus memberikan tugas kepada Margareta untuk menyebarkan 'Devosi kepada Hati Kudus Yesus'. Penampakan Yesus ini berlangsung terus menerus selama 18 bulan. Banyak orang tidak percaya bahwa Margareta mendapatkan penampakan Yesus, dan menganggapnya berdelusi. Baru di tahun 1686 Pesta Hati Kudus mulai dirayakan.

Melalui kesetiaan Margareta dan devosinya kepada Hati Kudus Yesus, sekarang kita mengenal jam suci, yaitu Kamis malam - menjelang Jumat pertama setiap bulan, untuk beradorasi kepada Hati Kudus Yesus. Kita juga mengenang sengsara Yesus dengan merayakan Misa setiap Jumat pertama. Semua ini berkat jasa Santa Margareta Maria Alocoque yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober. 

Kita pun telah ditentukan dari semula untuk menjadi alat-Nya dalam mewartakan Injil keselamatan kepada sesama. Marilah menyambut panggilan kita dengan sukacita, dengan kesadaran bahwa Roh Kudus akan senantiasa memampukan kita.

Doa:
Hati Kudus Yesus yang suci, bersihkanlah kami dari segala godaan yang menyakiti hati-Mu yang selalu mengasihi kami. Semoga kasih-Mu yang tak terbatas membakar kami menjadi murid yang Kau pakai untuk mewartakan kabar sukacita seturut kehendak-Mu, demi kemuliaan nama-Mu. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Percaya meski Belum Melihat

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah